Cara Lain Membagi Waktu Bagi Architectpreneur

Bidang studi ilmu arsitektur memiliki banyak kemungkinan kesempatan pekerjaan, mulai dari menjadi arsitek profesional yang sering menangani proyek,  biro konstruksi, menjadi pendidik, dan sebagainya. Salah satu yang dapat dijadikan benang merah adalah nantinya tiap-tiap dari kita akan menentukan jalan karier di masa depan.  Jika ingin menjadi arsitek, tentunya jadilah arsitek yang karya-karya dicintai oleh masyarakat, menjadi arsitek seperti itu tidaklah mudah, namun juga bukan hal yang mustahil. Pada akhirnya setelah kita lulus nanti, kita akan bekerja atau bekerja mandiri (berwirausaha). Dalam hal ini arsitek yang juga berwirausaha disebut sebagai Architectpreneur, karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Biasanya personality wirausaha sudah mulai ditanamkan sejak di bangku kuliah. Sebagai contoh, ada mahasiswa yang mulai menerima proyek-proyek membuat maket, gambar kerja atau sebagainya.
Menjadi mahasiswa sekaligus wirausaha adalah awal yang baik, karena akan dapat mengasah kemampuan kita di bidang usaha. Tetapi tidak baik juga jika keasyikan berwirausaha tersebut justru mengganggu kuliah kita. Untuk itu, dibutuhkan pengaturan waktu dalam penerapannya. Pintar-pintar membagi waktu, adalah kata yang sering diucapkan tapi tidak mudah juga untuk dilakukan. Berikut adalah tips untuk dapat mengatur waktu antara kuliah dengan berwirausaha.

1.    Memulai hari dengan rencana kegiatan, ini akan membantu teman-teman agar dapat memanfaatkan waktu dalam sehari dengan optimal. Sebagai contoh : mulai dari pagi, saya akan kuliah, asistensi, dilanjutkan dengan mengerjakan tugas, dan malamnya untuk menonton film. Dibutuhkan rasa disiplin terhadap diri sendiri untuk bisa menjalankan setiap rencana. Ini adalah rencana yang saya buat, untuk itu harus saya taati.  Jika hal ini sudah mulai dilakukan akan terasa efek bahwa waktu dalam sehari akan lebih optimal.
2.    Segera mengerjakan tugas kuliah teman-teman.  Jika mendapatkan tugas kuliah, segera kerjakan biar cepat selesai. Matikan juga Facebook, karena mungkin sering dalam pikiran teman-teman “Aku mau main facebook / twitter dulu, baru garap tugasnya ”.  Atau belajar sambil facebook-an atau meramaikan timeline di twitter. Dijamin itu tidak akan efektif. Yang terbaik tetaplah kerjakan tugas teman-teman terlebih dulu sampai selesai.
3.    Belajar untuk menetapkan prioritas. Seperti pilihan untuk memainkan Facebook dan menyelesaikan tugas di atas, teman-teman juga akan dihadapkan dengan berbagai pilihan lainnya. Di sinilah kamu akan belajar untuk mengatur prioritas. Apa yang terpenting dan terbaik, itulah yang harus diprioritaskan.
4.    Memilih usaha yang sesuai dengan waktu yang tersedia. Untuk memulai usaha tidak harus dengan usaha yang berskala besar, dari hal yang kecil tentunya akan lebih efektif untuk membiasakan diri dengan lingkungan wirausaha. Sebagai contoh, memilih usaha yang tidak terlalu menyita waktu, yaitu sebagai agen pulsa teman-teman, berjualan keripik pedas, atau sebagai makelar kos-kosan. Intinya dimulai dari hal-hal yang lebih sederhana dan tidak menyita banyak waktu.
 5.    Mengoptimalkan waktu untuk berwirausaha di saat libur kuliah. Di saat ini akan banyak waktu senggang yang dapat digunakan untuk bekerja dan menambah pengalaman baru. Misalnya jika saudara teman-teman ada yang berprofesi sebagai arsitek atau konsultan konstruksi dan yang bidang yang berhubungan dengan minat teman-teman, maka pada waktu liburan itu kamu dapat ikut, mengetahui bagaimana arsitek di lapangan bekerja, bisa dikatakan sebagai magang, tapi gak formal. Di situ kita bisa banyak tanya, nambah pengetahuan dan punya banyak kenalan juga.
6.    Belajar harus, tetapi tidak juga melupakan refereshing. Kebutuhan yang satu ini, bisa dibilang tidak dapat diganggu gugat, karena sebagai anak muda pada umumnya, refreshing juga sangat diperlukan biar otak gak tegang. Bisa juga kan, di sela-sela waktu refreshing kita, kita sempatkan untuk promosi usaha kita, tapi ya jangan berlebihan. Intinya waktu untuk refreshingpun dimanfaatkan sebaik mungkin.
7.    Di lingkungan kampus kita juga dapat mengecek bisnis kita. Sebagai contoh pada jam istirahat kita dapat mengecek secara online usaha kita, lewat web, blog, facebook, twitter, atau akun yang dapat digunakan untuk usaha lainnya.

Dibuat oleh : Fadila Septiandiani
Referensi :
http://jempoldeh.blogspot.com/2012/03/cara-membagi-waktu-untuk-mahasiswa.html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *