LATAR BELAKANG
Industri konstruksi telah mengalami penurunan produktivitas sejak 1960-an, sementara semua industri non-pertanian lainnya mengalami peningkatan produktivitas yang besar. Fakta menunjukkan bahwa masalah dalam konstruksi kontemporer, seperti bangunan yang terlambat dan melebihi anggaran, disebabkan oleh hubungan yang merugikan antara pemilik, kontraktor umum, dan arsitek. Penting untuk meningkatkan manajemen yang lebih terpadu untuk mengatasi masalah – masalah tersebut.
Menggunakan ide-ide yang dikembangkan oleh Toyota dalam Sistem Produksi Toyota, yang disebut dengan model “lean”, dan kemajuan teknologi komputer di dunia engineering khususnya BIM (building Information Modelling), di gagas suatu model penyerahan proyek (project delivery) yang bersifat integratif, yaitu Integrated Project Delivery (IPD). IPD diartikan sebagai Pendekatan penyelesaian proyek yang mengintegrasikan orang, sistem, struktur bisnis, dan praktik menjadi suatu proses yang dimaksudkan untuk secara kolaboratif memanfaatkan bakat dan wawasan semua pihak untuk mengoptimalkan hasil proyek, meningkatkan nilai bagi pemilik, mengurangi pemborosan, dan memaksimalkan efisiensi melalui semua tahap desain, fabrikasi, dan konstruksi (AIA, 2007).
Pada akhirnya, IPD akan membawa dampak positif untuk tercapainya lingkungan terbangun yang lebih berkualitas dengan tercapainya nilai-nilai kinerja bangunan, yang membawa pada keberlangsungan (sustainability) dalam setiap daur hidup bangunan.

TUJUAN
Seminar Sustainability in Architecture (SIA) ke-7 tahun 2020 ini mengusung tema “Pengembangan manajemen proyek terpadu” . Seminar ini rutin diselenggarakan setiap semester oleh Program Studi Program profesi Arsitek, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, dan dalam situasi pandemi, seminar kali ini diselenggarakan dalam bentuk Online.
Seminar ini menjadi wadah pertemuan ilmiah bagi para mahasiswa, akademisi, arsitek professional, dan masyarakat umum. Makalah-makalah yang masuk dalam seminar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi keilmuan dan pemikiran kritis terhadap isu, masalah, dan fenomena-fenomena yang berkaitan dengan pengembangan manajemen proyek terpadu, yang ada di Indonesia ini.

TEMA TOPIK:

COORDINATION
Koordinasi merupakan fungsi penting dalam proses pembangunan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa koordinasi yang buruk atau tidak memadai adalah kondisi yang sering terjadi dalam pelaksanaan konstruksi. Sisi penting dari terwujudnya manajemen terpadu adalah dengan mewujudkan koordinasi yang matang.

COLLABORATION
Industri arsitektur, teknik, dan konstruksi (AEC) terdiri dari pemain terpisah yang bekerja sama untuk mewujudkan proyek. Dengan mengintegrasikan entitas yang tampaknya terpisah ini ke dalam satu industri, arsitek, insinyur, dan kontraktor dapat bekerja lebih efisien untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi menjadi faktor kunci dalam membuat proses bekerja dengan cara terbaik dan mendukung Manajemen terpadu di seluruh siklus hidup gedung

COOPERATION
Penyelesaian proyek konstruksi sangat bergantung pada integrasi beberapa pemangku kepentingan; oleh karena itu tidak ada dari mereka yang memiliki kendali atau kemampuan untuk menyelesaikan proyek sendirian. Kerjasama yang sukses merupakan salah satu kegiatan dasar dari manajemen kerjasama yang cocok untuk manajemen strategis suatu grup perusahaan, dan mewujudkan tercapainya manajemen terpadu suatu proyek

BATAS AKHIR PENERIMAAN PAPER : 20 NOVEMBER 2020

Narasumber :
Ir. Muhammad Amry, IAI.,IPU
Ir. Handoyotomo, MSA.,IAI
Dr. Wulfram I. Ervianto

Moderator:
Baritoadi Buldan Rayaganda Rito, ST.,MA.,IAI

Pemakalah Nilai KUM IAI: 3
Peserta Nilai KUM IAI: 3

Kamis, 26 November 2020
pkl 08.00 – 12.00 WIBClick here to add your own text

Send us mail

Insert math as
Block
Inline
Additional settings
Formula color
Text color
#333333
Type math using LaTeX
Preview
\({}\)
Nothing to preview
Insert
x Shield Logo
This Site Is Protected By
The Shield →