Land Art

Kuliah umum mata kuliah Studio Desain 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 melalui zoom membahas tentang Land Art. Di dalam kuliah umum ini, pembicara membahas bagaimana hubungan Land Art dengan seni, alam, dan landscape. Land Art merupakan bentuk seni yang diciptakan di alam yang menggunakan bahan alami seperti tanah, batu-batuan, media organik (kayu, batang, cabang, daun) dan air dengan material tambahan seperti beton, logam, aspal, atau mineral pigmen.

Land Art terinspirasi oleh seni minimal dan seni konseptual tetapi juga oleh gerakan modern seperti De StijlKubismeminimalis dan karya Constantin Brâncuși dan Joseph Beuys. Banyak seniman Land Art telah terlibat dengan seni minimal dan seni konseptual. Dalam pembuatan Land Art terdapat proses imajinatif untuk menentukan bentuk dari Land Art, bisa dimulai dengan mensketsakan proses, menentukan tema atau konsep dan melakukan eksplorasi desain.

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Profesi Arsitek Ganjil TA 2021/2022

PENERIMAAN MAHASISWA BARU
PRODI PROFESI ARSITEK UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

Tahapan PMB :
1. Seleksi Administrasi
2. Psikotest
3. Tes Wawancara dan Portofolio
4. Pengumuman
5. Heregistrasi

Batas Registrasi : 13 Agustus 2021

For More Information :
PMB PPAr
ppar@uii.ac.id
Tara +62 812 2216 2316
Lina +62 857 2973 7499

Land Use and Housing Massive Industry 4.0 for Urban Regeneration in Indonesia

Magister Aristektur Universitas Islam Indonesia mengadakan kuliah perdana pada tanggal 5 April 2021 untuk menyambut mahasiswa baru tahun ajaran Genap 2020/2021. Dalam acara tersebut sebagai narasumber Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc, selaku dosen Arsitektur UII dan Direktur Simpul Tumbuh, memberikan materi berjudul “Land Use and Housing Massive Industry 4.0 for Urban Regeneration in Indonesia”. Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc memaparkan tentang kebutuhan akan perumahan bagi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah, dimana kebutuhan tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejumlah akademisi menyarankan teknologi pembangunan hunian vertikal di tengah minimnya lahan perkotaan.
Ketua Program Studi Magister Arsitektur UII, Ir. Suparwoko, MURP, PhD, IAI menyatakan bahwa tidak banyak akademisi hingga pemangku pemerintahan yang mencermati permasalahan terkait kekurangan jumlah perumahan di Indonesia. Kekurangan jumlah unit rumah di Indonesia bertambah 1 juta unit per tahunnya. Sampai saat ini, penumpukan kekurangan sampai pada angka 12 juta unit. Program sejuta rumah, yang sampai saat ini belum selesai, masih berpotensi untuk dilanjutkan ke depan.
Selama ini pemerintah merepsons rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dilokasikan di pinggiran. Hal ini akan menjadi persoalan ke depan, karena ekspansi pembangunan rumah merambah ke area pedesaan. Oleh karena itu, aturan yang ada saat ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan yang berkaitan dengan tata ruang, karena kebutuhan penggunaan lahan dapat memakan lahan pertanian yang ada.
Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII, Arif Wismadi mengatakan, terkait masalah perumahan saat ini bukan hanya ketersediaan lahan yang semakin berkurang namun juga karena harga rumah yang semakin mahal. “Itu jumlahnya semakin tahun terus bertambah dan menjadi masalah bersama. Salah satu pendekatan solusinya adalah merubah kebijakan, mencari kebijakan yang paling tepat di Indonesia. Selain itu ada pendekatan partnership antara pemerintah dengan swasta,” Ujar beliau.

Hasil Seleksi Proposal Penelitian Jurusan Arsitektur