Kuliah Umum ARR-APP #7 – Workshop Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Workshop Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Kuliah umum Teknik Penulisan Paper Ilmiah adalah kegiatan yang wajib di ikuti oleh seluruh Mahasiswa Adicita Rancang Ruang (Breadth on Place Making) dan Adicita Permukiman dan Perkotaan (Breadth on Housing and Urbanism) Semester Ganjil 2020/2021 yang diadakan oleh kolaborasi antara Laboratorium R3 (Reka Rupa dan Ruang) dan Laboratorium PAP (Pemodelan Arsitektur & Perkotaan ). Kuliah umum ini berisi tentang teknik penulisan dasar paper ilmiah dan kaidah-kaidah nya. Pemateri workshop adalah Ir. Hastuti Saptorini, MA. Diharapkan kuliah umum ini dapat Memberikan mahasiswa pengetahuan teknik dan kaidah dasar dalam menulis sebuah karya ilmiah untuk kepentingan mata kuliah Adicita Rancang Ruang (Breadth on Place Making) dan Adicita Permukiman dan Perkotaan (Breadth on Housing and Urbanism).

Kuliah umum dilaksanakan selama 1 sesi yang diadakan hari Sabtu, 21 November 2020 pukul 09.00-11.00 WIB di Zoom Meeting. Kuliah umum dimulai dengan sambutan oleh Stefy Prasasti Anggraini, M.Arch selaku host kuliah umum dan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Ir. Hastuti Saptorini, MA. Selama acara kuliah umum berlangsung, ada setidaknya 31 slide materi yang disampaikan oleh pemateri dan diakhir sesi akan ada tanya jawab. Kegiatan berakhir dan ditutup kembali oleh Host.

ARCHMUSIC and TALKSHOW: TIME INCEPTION CHARITY FOR WORSHIP


PURWOREJO (JARS) – Program Konser AMAL kerjasama Yayasan Masjid Kita dan Magister Arsitektur FTSP UII menyelenggarakan “#1-ArchMusic & TalkSHOW: Time Inception Charity for Worship”, yang diselenggarakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 mulai pukul 15.30 hingga 17.45 WIB. Tidak hanya menyampaikan DAKWAH melalui lagu-lagu religi, namun juga melakukan eksplorasi sejumlah personil Arsitek Pemusik melalui karya arsitektur mereka dimasa awal ber-profesi dan karya unggulan mereka yang di sajikan secara ekslusif melalui bincang ringan atau talkshow di venue Masjid Ontowiryo, Ngombol, Purworejo. Jateng. Acara apik ini ditayangkan secara dalam jaringan (daring) melalui zoom.

“Pameran karya arsitektur dari para Narasumber Musisi yang Arsitek menjadi penting karena dari kerja mereka bisa diperoleh lesson learnt atau pelajaran terkait dengan konsep desain, proses pembangunan dan peran komunitas dalam mendukung karya nyata mereka,” ungkap Suparwoko, Ph.D Ketua Prodi Magister Arsitektur UII saat pembukaan pada awal acara.

Alasan utama pembangunan Masjid Ontowiryo adalah menjadi Masjid Transit yang representatif untuk mendukung sarana dakwah Islamiyah dan pengembangan ekonomi lokal. Hal ini didukung juga oleh misi yang akan dilakukan, antara lain adalah membangun Masjid Transit yang indah, sehat, dan nyaman, membangun Pesantren Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, dan memberdayakan serta mengembangkan ekonomi masyarakat lokal.
Pembangunan Masjid Ontowiryo dilaksanakan sejak tahun 2018 dengan pembelian tanah pada tahun 2017 dan 2018. Pembangunan Masjid Ontowiryo ini juga untuk menyambut hadirnya bandara baru Yogyakarta Internasional Airport dengan harapan dapat menjadi rest area dan membangkitkan ekonomi lokal. Rencana pembangunan untuk seluruh gedung Masjid Ontowiryo sebesar 3,6 Milyar. Hingga 19 Oktober 2020, panitia pembangunan mendapatkan dana 2,9 Milyar dengan rincian biaya untuk membeli tanah sebesar 876 juta dan biaya konstruksi sebesar1,6 Milyar. Sehingga prestasi dalam pembangunan hingga 19 Oktober 2020 adalah sebesaar 44% dengan saldo sejumlah 427 juta rupiah.

“Pada hari ini sudah dibuktikan bahwa masjid dapat digunakan untuk kegiatan seni budaya. Fungsi masjid juga dijadikan sebagai fungsi pusat kegiatan umat. Masjid ini nantinya akan punya spirit tentang lingkungan yang baik di mana akan memanfaatkan tenaga surya. Semoga dapat merefleksi bahwa masjid ini telah mensyukuri nikmat Tuhan yang luar biasa kepada negeri tercinta.” ujar Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Yogyakarta Ir. Ahmad Saifuddin Mutaqi, M.T., IAI, AA.

Acara musik dan talkshow menampilkan 5 personil yang terdiri dari empat arsitek dan satu developer, yaitu Ar. Erlangga Winoto, IAI sebagai vokalis, Barito Buldan Rayaganda Rito, S.T., MA, IAI, GP sebagai lead guitar, Ir. Suparwoko, MURP., Ph.D, IAI pada Bass dan Host, dan pada posisi drum dipegang oleh Muhammad Ikhwan, S.T, IAI. Sebagai guest star, yaitu pengembang muda yaitu Koko Wijaya, S.T. sebagai gitaris. Adapun lagu-lagu religi yang disampaikan yaitu adalah Andai Kutahu (Ungu), Tobat Maksiat (Wali), Jangan Menyerah-(D’Masiv), InsyaAllah (Maher Zain), Alhamdulillah (Opick), dan Dengan Nafasmu (Ungu).

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama komunitas masjid, akademisi, dan sektor swasta. Komunitas masjid yang merupakan komunitas Yayasan Masjid Kita yang mengelola Masjid Ontowiryo dan personil akademisi yang diwakili oleh Magister Arsitektur FTSP UII. Sedangkan
komunitas swasta profesional diwakili oleh Ikatan Arsitek Indonesia wilayah DIY, PT. Dua Putra Futura, Yamaha Musik Purworejo, dan Jasa Teknik Listrik Purworejo.

Sesmen PANRB Diaspora Purworejo Drs. Dwi Wahyu Atmaji menyampaikan bahwa acara #1ArchMusicandTalkshow merupakan salah satu kegiatan produktif yang dapat memperkenalkan dunia arsitektur ke masyarakat secara luas sekaligus berdonasi untuk pembangunan masjid. “Segala aktivitas masyarakat tidak dapat lepas dari Arsitek sebagai penyedia ruang. Kita harus selalu bergotong royong kerjasama untuk mewujudkan hal-hal yang produktif. Salah satunya adalah acara #1ArchMusicandTalkshow ini yang dapat memperkenalkan dunia arsitektur ke masyarakat secara luas. Pada waktu yang bersamaan juga dapat berdonasi untuk pembangunan Masjid. Mudah-mudahan Masjid Ontowiryo dapat menjadi masjid yang menjadi harapan umat kita bersama.” ucapnya.

Kaprodi Magister UII Ir. Suparwoko, MURP, Ph.D. menambahkan bahwa masjid ini inklusif sehingga dapat diakses oleh siapapun termasuk para difabel. Masjid ini menghadap ke Selatan dan ke Timur, dimana dari sisi selatan bagian timur tersedia ramp sesuai standar difabel dengan kemiringan 7o. Selain itu, masjid ini juga menggunakan desain yang memanfaatkan potensi alami baik dari cahaya dan angin. Sehingga dalam pendekatan arsitektur hal tersebut disebut passive design. “Kita tidak akan menggunakan AC di dalam masjidnya, tapi masjid ini utamanya menggunakan kekuatan alam dengan memanfaatkan cahaya yang cukup, baik dari atas maupun dari samping. Juga bangunan masjid ini memasukkan angin supaya ruangan tidak lembab, dimana pada dinding-dindingnya menggunakan kisi-kisi bukaan. Di bagian atap terdapat beberapa bagian kaca yang mundur dan terdapat kisi-kisi agar angin dapat masuk.”tutup Suparwoko.

Terima kasih untuk IAI DIY melalui Ar. Ahmad Saifudin, IAI. AA. GP. dan Arsitek senior pakar heritage & tourism, Dr. Sita Adisakti yang menginspirasikan KEGIATAN konser AMAL ini. Maturnuwun juga kepada Ketum Diaspora Purworejo dan bintang tamu musisi muda yang berprofesi sebagai developer dari PT Dua Putra Futura yang dengan ikhlas mengawal acara amal ini.