Masyarakat Indonesia telah terbiasa dengan perumahan yang menapak di tanah atau yang sering kita sebut dengan istilah landed house. Segala macam budaya, kebiasaan, maupun adat istiadat yang berkaitan dengan tipologi perumahan landed house ini telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Dengan hamparan tanah yang luas, memungkinkan untuk membangun perumahan barbagai tipe, rumah-rumah tradisional maupun modern pada waktu itu dibangun secara horizontal membentuk suatu daerah, linkungan tertentu, maupun yang akhirnya menjadi sebuah desa dan ini terjadi dalam kurun waktu yang panjang.

Hal itulah yang melatarbelakangi Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII) menyelenggarakan Kuliah Umum Pakar yang diwajibkan untuk mahasiswa Studio Perancangan Arsitektur (STUPA) 4, pada Selasa,  20 Maret 2018 dengan menghadirkan Tony Kunto Wibisono, Ir., M.Sc sebagai pemateri, bertempat di ruang auditorium lt.3 Gd. M.Natsir Kampus Terpadu UII. Menurut Tony, seiring dengan berjalannya waktu manusia selalu melakukan penyesuaian diri terhadap lingkungannya terutama lingkungan tempat mereka bermukim, dan kebiasaan yang telah menjadi budaya atau adat istiadat telah terbentuk sedemikian rupa guna menjalankan kehidupannya berhubungan dengan lingkungan perumahan yang terjadi.

“Perlunya adaptasi  merupakan upaya atau intervensi untuk  mengelola dan mengendalikan perubahan dalam konteks atribut fisik dan fungsional dari bangunan yang sudah ada, hal ini didasarkan pada kenyataan  bahwa bangunan sudah tidak layak digunakan atau dimanfaatkan dengan fungsi awal, atau dengan kata lain sudah melewati usia ekonomis bangunan.” Paparnya.

Print Friendly, PDF & Email