Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Rekrutmen DTPK

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuuh,
Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia dengan ini mengumumkan bahwa berdasarkan seleksi administrasi tanggal 26 Juli 2021, maka nama –nama pelamar calon dosen DTPK yang tercantum dibawah ini dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti seleksi selanjutnya.

Selanjutnya, kepada nama-nama tersebut wajib mengikuti seleksi berikutnya sesuai jadwal berikut:
Briefing pelaksanaan tes dilaksanakan tanggal 27 Juli 2021 pukul: 13.00-14.00 WIB

Demikian pengumuman ini kami sampaikan untuk menjadi periksa. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuuh.

FTSP UII MEMBUKA REKRUTMEN DOSEN TETAP PERJANJIAN KERJA

rekrutmen dosen arsitektur 2021

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia, membuka kesempatan untuk menjadi Dosen Tetap Perjanjian Kerja yang akan ditempatkan di Jurusan Arsitektur FTSP UII.

Kompetensi
– Teori dan sejarah Arsitektur
– BIM (Building Information Modeling)
– Desain arsitektur

Persyaratan
– Usia maksimal 35 tahun untuk S2, 50 tahun untuk S3 dan 50 tahun untuk S2 praktisi (STRA/ SKA Madya)
– Mengirimkan lamaran, CV, Ijazah dan transkrip nilai & portfolio
– Mengikuti seluruh proses seleksi (tes agama, kompetensi, wawancara loyalitas dan pengembangan karir)

Timeline Rekrutmen
24.07.2021 Batas Pendaftaran (Pukul 23.00 WIB)
26.07.2021 Pengumuman Seleksi Administrasi
28-29.07.2021 Proses Seleksi

Formulir:
bit.ly/FormDTPK2021

Unggah Berkas Lamaran:
bit.ly/UnggahBerkasDTPK2021

Disrupsi Properti dan Potensi Solusi

Disrupsi yang telah dan sedang berlangsung saat sangat kuat menghantam dunia properti. Selama tiga tahun terakhir terjadi sekaligus Disrupsi Digital, Disrupsi Milenial dan Disrupsi Pandemi Corona. Banyak perusahaan berkapital besar runtuh, termasuk jatuhnya industri properti tak terbendung. Sehingga diskusi dengan expert properti menjadi sangat strategis. Bagaimana melihat disrupsi dunia properti dan bagaimana memberikan alternatif dalam mengatasi persoalan tersebut dari aspek praktis dan akademis. Selengkapnya ada di https://youtu.be/bT1gljAEXKo

Disrupi Properti dan Pontensi Solusi

 

Pengembangan Real Estat dalam Kampus Merdeka

Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia​. Kebijakan ini mengharuskan seorang arsitek terjun langsung dilapangan untuk praktek. Kampus Merdeka  menjadi awal mahasiswa melangkah keluar dari kampus untuk belajar langsung ke dalam industri properti. Bisa juga praktisi dihadirkan ke dalam perguruan tinggi untuk memberikan testimoni dari industri propeti. Selengkapnya ada di https://youtu.be/bT1gljAEXKo

Pengembangan Real Estat dalam Kampus Merdeka

Properti dan Pelayanan Konsumen

Edisi pertama Podcast Mars menghadirkan tema “Properti dan Pelayanan Konsumen” dengan narasumber Ahmad Saifudin Mutaqi, MT., IAI., AA., GP. Keberhasilan perdagangan industri properti selalu dilihat dari aspek produk dan aspek pasar (demand and supply). Masalah yang sering muncul dalam bisnis properti adalah janji produk yang ditawarkan ke publik tidak sesuai dengan kenyataanya. Bisa juga masalah legal status tanah dan bangun properti itu sendiri. Selengkapnya ada di https://youtu.be/pmkI8tMwUSQ

Problem Statement and Initial Idea in Architecture – Integrated Design Studio


Untuk ketiga kalinya kelas Integrated Design Studio menyelenggarakan Kuliah Umum yang dihadiri lebih dari 160 orang. Untuk tema kali ini adalah “ Problem Statement and Initial Idea in Architecture “ dengan pembicara Assist. Prof. Ahmad Saifudin Mutaqi, IAI., AA dan dipandu oleh Assist. Prof. Rini Darmawati, Ir., M.T.

Ahmad Saifudin Mutaqi membuka materi dengan kelekaran bahwa inisiatif idea biasanya harus muncul dari diri sendiri makanya kita picu dengan kuliah umum ini. Menurut Ahmad Saifudin “Problem yang kita pahami selama ini adanya konflik antara Supply dan demand. Tapi di dalam arsitektur tampaknya bukan semata-mata tentang supply dan demand, jadi mungkin bisa melihat lebih komprehensif”.

“Apa yang menjadi rumusan-rumusan yang akan kita formulasikan adalah dalam kerangka menjawab problematikan yang dihadapi untuk kehidupan dimasa yang akan datang.” lanjut Ahmad Saifudin menjelaskan apa itu permasalah arsitektur. Jika konsep itu menjadi orientasi dan keunikan itu adalah salah satu cara bagaimana itu bisa menjadi satu formula untuk menjawab problematika yang dihadapi, maka konsep arsitektur itu sudah sejak awal kita rumuskan meskipun dalam rangka menjawab problematika masa depan.

Dalam kesempatan ini Rini Darmawati selaku Host, memberikan apresiasi kepada Public Lecture IDS yang memberikan dampak besar pada desain-desain hunian yang mahasiswa buat sejak Public Lecture pertama digelar. “Ternyata mahasiswa mengerjakan tugasnya bisa menemukan (desain) rumah yang unik-unik yang tidak saya bayangkan.” tutur Rini Darmawati.
Assist. Prof. Hanif Budiman, MT yang merupakan salah satu dosen yang pengampu di mata kuliah IDS ini juga membenarkan peryataan Rini Darmawati. Ia menambahkan, “ tidak ada yang salah dengan ide dan mulai dari mana saja untuk desain.”

Dalam sesi Tanya jawab, ada pertanyaan dari peserta yang menanyakan “Bagaimana menyelesaikan konflik perancangan ketika rancangan ideal terbentur peraturan daerah?” Ahmad Saifudin menjawab, “Bila kita bicara building code dan building regulation, maka sejatinya code and regulation itu adalah requirement. Requirement itulah yang memunculkan gagasan-gagasan kita. “ gagasan-gagasan tersebut muncul bukan ditengah ruang yang kosong, tetapi bagaimana konteks tadi memunculkan adanya problematika lalu gagasan yang muncul dalam rangka menyelesaikan problematika tadi.

Link YouTube

Noor Cholis Idham Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur Pertama di UII


Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D. menyandang gelar Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur yang pertama di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII). Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik Profesor diserah terimakan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt., di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang Km. 14,5 dan disiarkan secara daring di laman YouTube UII (Selasa, 9/3). Tercatat hingga saat ini, UII telah memiliki 22 dosen dengan jabatan akademik profesor.

Rektor UII Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan menjadi guru besar tidak dapat dialami semua dosen. Sebab, dari 291.623 dosen yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang tersebar di 4.611 perguruan tinggi hanya 5.364 yang mempunyai jabatan akademik guru besar alias hanya 1,8% nya. “Meski dari sisi cacah, guru besar adalah kalangan terbatas, namun tidak boleh bersikap elitis,” tegas Fathul Wahid.

Terbatasnya profesor, memunculkan banyak harapan publik digantungkan kepada pemegang jabatan akademik ini. Seorang guru besar jangan sampai lupa dengan tugas utamanya dalam pengembangan ilmu, tetapi ilmunya pun harus diajarkan dan disebarkan kepada publik. Jabatan apapun yang diembannya jangan sampai menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan diri, meneliti, dan menulis.

“Narasi alternatif untuk meluruskan yang bengkok dan melengkapi perspektif, sangat ditunggu lahir dari para guru besar. Saya yakin, komunitas akademik dan bahkan publik bersepakat untuk ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rektor UII menambahkan bahwa terasa indah dan melegakan ketika nama seorang peneliti atau penulis muncul di sebuah publikasi. Tetapi menurutnya bukan itu esensi publikasi. Publikasi dalam beragam bentuknya adalah ikhtiar untuk berkontribusi ke dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Seoarang profesor tidak lantas merasa berhak mengasingkan diri dan hidup di menara gading, tetapi justru sebaliknya, harus tetap membumi dan terlibat dalam banyak aktivitas akademik serta pemecahan masalah nyata di lapangan.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs. Suwarsono Muhammad, M.A., menyatakan pencapaian Noor Cholis Idham sangat tepat dengan momentum Milad UII dan momentum pandemi. Wabah Corona yang dianggap sebagai masa sulit, namun UII berhasil melahirkan terobosan baru yakni profesor pertama arsitektur. “Ini termasuk capaian yang tidak ter-imajinasikan,” ujarnya.

Didi Achjari menyampaikan ucapan selamat kepada Noor Cholis Idham dan keluarga besar UII atas SK guru besar di bidang arsitektur yang diperoleh. Menurutnya, ini sebagai bukti bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Terlebih jurusan arsitektur UII telah didirikan sejak tahun 87 atau sudah 33 tahun, saat ini semakin berkiprah luas. “Indonesia butuh orang berpendidikan. Dan harapannya penemuan sang guru besar nantinya tidak hanya dipublikasikan di media terkenal namun juga bermanfaat buat orang lain dan memperbaiki perekonomian negeri ini,” harapnya. (c)uii.ac.id

Public Lecture Integrated Design Studio :Rural-Urban Context in Architecture


Integrated Design Studio pada Kamis 4 Maret 2021, kelas Integrated Design Studio (Jurusan Arsitektur, UII) menghadirkan kembali Online Public Lecture dengan tema Rural-Urban Context in Architecture. Public Lecture yang berdurasi satu jam ini menghadirkan Assoc. Prof. Fajriyanto. Ir., MT sebagai pembicara.

”Konteks merupakan suatu setting atau karakter dari suatu area dimana proyek itu akan di tempatkan. Ini menyangkut sumber daya alam, sejarah manusia, bentuk dari pemukiman, bangunan dan ruang.” Fajriyanto menjelaskan pengertian dasar konteks dalam arsitektur. Menurut Fajriyanto, konteks juga mencangkup manusia yang hidup disekitar site atau area. Seorang arsitek harus paham bagaimana posisi pembangunan dan bagaimana seharusnya arsitek meletakan rancangan bangunannya. Karena konteks memang krusial.

Dalam kesempatan kali ini, Assist. Prof. Hanif Budiman, MT selaku host pada public lecture tersebut menegaskan, “Rural dan Urban di dalam kurikulum ini bukan pilihan yang bebas. Benar-benar di daerah Rural, daerah yang sangat alami, atau di daerah Urban, di tengah kota. Jadi terminologi di desa-kota sekarang berkembang.”ungkap Hanif Budiman.

Fokus kita pada penerjemahan konteks yang menyatukan natural, culture dan esthetic sesuai dengan frame IDS, yang sesuai ToR tema-tema sharing space menjadi pokok permasalahan yang diselesaikan. “Jadi kita tidak akan mendesain rumah yang hanya ditempati orang yang tidak peduli dengan lingkungannya, sebagian ruang kita harus share untuk mengantisipasi kehidupan baru di masa depan.” pungkas Hanif Budiman.

Public Lecture Integrated Design Studio: Architecture & New Type of Living

Perkuliahan semester genap 2020/2021 sudah dimulai sejak 1 Maret 2021. Dimasa pandemi seperti saat ini, pembelajaran dalam jaringan atau online masih menjadi metode yang digunakan pada umumnya. Begitu pula untuk mata kuliah Integrated Design Studio (IDS) diawali dengan Public Lecture yang diselenggarakan secara online via Zoom dan Live Streaming di kanal Youtube Department of Architecture Universitas Islam Indonesia pada tanggal 2 Maret 2021 pukul 13.00 WIB.

Kuliah umum dengan tema ” Architecture & New Type of Living ” diikuti lebih dari 170 mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Arsitektur UII, alumni dan akademisi dari luar UII. Dalam kesempatan kali ini, Agung Rudianto, IAI., GP menjadi narasumber. Praktisi arsitek sekaligus alumni UII tersebut berbagi ilmunya selama acara berlangsung.

Kuliah Umum dibuka oleh Assist. Prof. Hanif Budiman, MT dengan menjelaskan Lembar Penugasan atau Student Performance Criteria (SPC). Dilanjutkan dengan pekenalan secara singkat curriculum vitae Agung Rudianto, selaku narasumber dalam kuliah umum ini. Agung Rudianto merupakan founder Studio deAMAYA, serta Associate arch PT. PDC ID.

“Bagaimana kita menghayati bahwa rumah, hunian, tempat tinggal atau selter dan sebagainya, sehingga desain yang sudah kita rancang seaktraktif mungkin tersebut dapat dijiwai?”, Agung Rudianto membuka kuliah umum siang itu. “Pentingnya rujukan desain seperti apa, bukan hanya apa yang sedang IN, lebih jauh dari itu kita mendalami apa itu aturan, apa itu keseharian, apa itu anthropometri”, imbuh Agung Rudianto.

Dalam kuliah umum tersebut, Agung juga mempersentasikan beberapa hasil karya artsiteknya sebagai refrensi untuk para peserta kuliah umum. Diakhir sesi, beberapa pertanyanya dilontarkan para peserta yang begitu antusias dengan presentasi dan karya-karya Agung Rudianto.

Architectural Blue Ribbon Award – V


Alhamdulillahirobbil alamin kita dipertemukan kembali dalam gelaran Architectural Blue Ribbon Award (ABRA) menginjak sesi ke-5, seperti yang kami sampaikan sebelumnya bahwa di Jurusan Arsitektur terutama di Program Studi Arsitektur khususnya Program Sarjana kita mempunyai dua hari besar. Yang pertama adalah Sakapari yang alhamdulillah kemarin sudah kita laksanakan. Kemudian yang kedua ABRA kali ini, secara rutin kita lakukan untuk mengapresiasi, menghargai, dan merayakan setelah kita melakukan perkuliahan di semester ganjil yang kemarin.

“Saya mengapresiasi untuk semua karya terbaik dari masing-masing kelas studio, saya sampaikan rasa terima kasih kepada para juri Bapak Dani Hermawan, ST., M.Arch, Ibu Daliana Suryawinata, B.Sc., M.Arch., IAI dan Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D., IAI., GP yang sudah berkenan untuk menilai dan melakukan evaluasi terhadap semua karya terbaik dari mahasiswa”, ungkap Yulianto P. Prihatmaji, Dr., IPM., IAI dalam pembukaan ABRA ke V yang diselenggarakan secara daring via Zoom pada Kamis, 25 Februari 2021.

ABRA ini akan menjadi tradisi yang baik ke depan sehingga kita bisa mengukur menilai dan menghargai apa yang sudah kita capai untuk adik-adik mahasiswa yang sudah terpilih yang dengan tidak biasa kali ini, karena di masa pandemi kemudian juga ada diskon waktu perkuliahan. Ini luar biasa, saya pribadi mengucapkan selamat untuk masuk di gelanggang ABRA semoga ini dapat memicu dan memacu semua juga menulari temen-temen yang lain-lain.

Pada kesempatan ini Daliana Suryawinata bertindak sebagai juri untuk Arsitektur Desain Studio 1 (ADS 1) menyampaikan terima kasih sudah memberikan kesempatan menjadi juri di studio yang sangat menarik. Saya ingin memulai dengan memberikan apresiasi kepada UII terutama di Jurusan Arsitektur ini dimana saya amati, di sini ada proses yang mahasiswa dipaksa untuk melakukan interview, wawancara kepada para calon klien atau user dan masyarakat setempat.

Ini menurut saya penting sekali dan tidak di semua studio hal ini ada, juga tidak semua Universitas lain mengajarkan. Hal ini penting, kenapa? karena begitu kita berpraktek nanti sebagai arsitek memang ini hal yang pertama dilakukan. Seorang arsitek dianggap dapat merancang apapun, tapi sebetulnya kita tidak pernah bisa merancang apapun kalau rancangan yang akan dibangun dan mau sesuai konteks, kita perlu sangat-sangat mendengarkan apa yang dibutuhkan, apa keterbatasannya.

Ada hal spesifik apa di situ yang memang bisa memberikan hal baru untuk potensi desain dan itu penting sekali dilakukan dengan penuh kerja keras oleh hampir semua nominasi 10 besar ini. Saya betul-betul apresiasi mahasiswa yang meluangkan waktunya untuk memberikan waktu untuk wawancara dan menelusuri keinginan-keinginan user, karena ini memang memakan waktu sebetulnya sehingga mengambil waktu dari mendesain. Tetapi ini penting dan hal ini akan sangat berguna sekali ketika kalian berkarir nanti setelah lulus, jadi dari beberapa penilaian desain saya lebih melihat prosesnya daripada hasil desainnya.

Daliana juga berpesan bagi karya yang pilih semoga senang, bagi karya yang belum terpilih mohon jangan berkecil hati atau sedih, karena kita harus tidak berhenti bereksplorasi dan sebagai mahasiswa itu jangan takut salah sehingga kesempatan seperti ini memang bukan untuk mencari aman. Tapi untuk menantang diri sendiri dan juga mencoba sebaik mungkin apa yang dapat kalian lakukan dalam mendesain.

“Tidak mudah bagi saya untuk memilih tiga dari sekian banyak nominator terutama karena topiknya yang beragam, anda harus memilih topik itu dengan hati-hati supaya memperkuat desain anda sendiri, kemudian apa yang anda kerjakan ini bisa menjadi bagian dari portofolio anda”. tutur Jatmika Adi pada saat me-review tiga nominator Studio Akhir Desain Arsitektur (SADA).

Yang ingin saya catat di sini anda (mahasiswa) ke depannya jangan terjebak pada apa yang anda ketahui, maksudnya begini sebagai contoh ada mahasiswa yang senang bersepeda dan memiliki komunitas. Pa akhirnya tugas akhir mahasiswa tersebut membuat museum sepeda, jangan seperti itu untuk menentukan topik yang anda pilih.

Saran saya, mungkin kalau ada memilih topik lihatlah lomba-lomba desain, biasanya di situ ada topik yang mudah itu yang biasanya dikembangkan oleh dewan juri, itu akan menambah wawasan anda juga mendapatkan ide tentang apa yang menarik perhatian orang dan kemudian dengan melihat itu anda bisa membandingkan kemampuan para peserta yang ada di sana. Jatmika mencontohkan idenya sangat sederhana tetapi cara berfikirnya dan presentasinya sangat unik itu yang membuat orang lain tertarik.

Para pemenang Architectural Blue Ribbon Award:
Studio Desain 1
1. Alisya Zahra N. Adrevi
2. Meinora D. Nurhaliza
3. Cita Auliah

Studio Desain 3
1. Aulia Alfaatihah
2. Karina Rachmat
3. Muhammad Z. Arientaka

Studio Desain Arsitektur 1
1. Meizzhan Hady
2. Muhammad F. Fahrurrozi
3. Yoga A. Athallah

Studio Desain Arsitektur 3
1. Adrian F. Maulana
2. Nisaaul Muflihaturrahmah
3. Muhammad F. Arkana

Studio Akhir Desain Arsitektur
1. Sangkan P. Wisesa
2. Yusuf R. Arosyid
3. Muhammad A. Adrian