Kategori untuk menampung artikel-artikel yang sifatnya tetap (fixed) seperti kurikulum, visi misi, dsb

PROGRAM STUDI MAGISTER ARSITEKTUR UII

Berdasarkan landasan UII dan Jurusan Arsitektur FTSP UII, maka dirumuskan Misi dan Tujuan Pendidikan Program Studi Magister Arsitektur UII sebagai berikut:

Misi Program Studi Magister Arsitektur UII
Mendidik mahasiswa untuk menjadi Magister Arsitektur, mengembangkan kajian keilmuan dalam:

Mengembangkan sikap yang dilandasi nilai-nilai Islami dan kebangsaan, etos bekerja keras dan tangguh serta ketrampilan manajerial sehingga mampu untuk berkarya secara baik.

Mengembangkan pengetahuan arsitektur yang komprehensif yang dilandasi pada nilai-nilai Islami yang dijabarkan dalam pengembangan potensi lokal, pengembangan keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.

 

Tujuan Pendidikan Program Studi Magister Arsitektur UII:

Menghasilkan Magister Arsitektur yang dapat menguasai formulasi “State of The Art” perancangan arsitektur dan ilmu arsitektur sebagai dasar untuk melakukan RISET DESAIN, sehingga mampu berperan di dalam masyarakat sebagai perancang, fasilitator masyarakat, wirausaha, ilmuwan dan teknokrat dalam bidang arsitektur.

Strategi Pencapaian
Tujuan Pendidikan Magister Arsitektur tersebut dicapai melalui proses belajar mengajar dan pengembangan kajian dengan sasaran kompetensi utama sebagai berikut:
Melakukan KAJIAN PERANCANGAN untuk mengembangkan :

    1. Kemampuan untuk berimajinasi, berpikir kreatif, berinovasi dan menjadi pelopor dalam desain.
    2. Kemampuan untuk mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, melakukan analisis serta melakukan penilaian kritis dan merumuskan strategi untuk melakukan tindakan.
    3. Kemampuan untuk merekonsiliasi berbagai faktor, mengintegrasikan pengetahuan dan menerapkan keterampilan dalam penciptaan suatu solusi desain.

Melakukan KAJIAN KEILMUAN untuk mengembangkan:

    1. Pengetahuan tentang aspek sejarah dan budaya dalam arsitektur lokal.
    2. Pengetahuan tentang aspek-aspek keberlanjutan dalam arsitektur yang relevan dengan kondisi alami dan sosial setempat.
    3. Pengetahuan tentang kondisi dan potensi masyarakat serta cara-cara untuk memberdayakannya melalui arsitektur

Menyajikan GAGASAN, PROSES DAN HASIL KAJIAN dalam berbagai media yang didukung oleh kemampuan berikut:

    1. Mengkomunikasikan ide-ide dalam kerja tim, kerja profesional dan forum keilmuan dalam bentuk grafis, lisan maupun tulisan.
    2. Menyusun publikasi nasional maupun internasional.

Magister Arsitektur lingkungan binaan yang memiliki fokus pada Riset Desain (research for/to/about architectural design) dengan pendekatan dan orientasi pana nilai-ISLAMI, keberlanjutan, Arsitektur Inklusif, dan lokalitas (nusantara), yang hasilnya dapat dipublikasikan secara nasional maupun internasional. Diharapkan lulusan dapat mengembangkan karier sebagai pekerja ilmu untuk pengembangan Ilmu Arsitektur baik sebagai peneliti atau pendidik dan sekaligus dapat berperan sebagai pakar/konsultan yang memberikan layanan riset untuk keperluan praktek keprofesian arsitektur (privat domain), advokasi (community domain), manajemen konstruksi (praktek pembangunan), dan pengawasan pemerintah (public/government domain).

Secara khusus, lulusan Magister Arsitektur UII akan memiliki kemampuan sebagai berikut:

  1. Mampu mengembangan keilmuan arsitektur melalui penelitian dengan pendekatan inter atau multidisiplin, yang tersusun dalam tesis yang teruji terhadap kaidah ilmiah dan arsitektur, dan dapat dipublikasikan dalam publikasi berkala ilmiah nasional terakreditasi, atau

  2. Mampu menghasilkan rancangan arsitektur yang kreatif, orijinal, disertai dengan kajian teoretiknya, yang merupakan solusi hasil kajian masalah arsitektur yang kontekstual, dan teruji terhadap kaidah arsitektur, serta tersusun dalam laporan yang dapat dipublikasikan dalam publikasi ilmiah nasional terakreditasi; dan

  3. Mampu menghasilkan paper/karya ilmiah salah satu bidang keilmuan arsitektur dan mempresentasikan dalam suatu forum/publikasi ilmiah nasional maupun internasional.


Berdasarkan uraian manfaat MAGISTER ARSITEKTUR UII terhadap institusi, masyarakat, dan bangsa khususnya yang terkait dengan pengelolan sumber daya bangsa (manusia dan alam), diharapkan MAGISTER ARSITEKTUR UII akan mampu memberikan peningkatan nation competitiveness secara kuantitatif dan kualitatif.

Keunggulan dan Karakteristik Program Studi Magister Arsitektur UII

Sesuai dengan perkembangan pendidikan tinggi dewasa ini, kurikulum Magister Arsitektur UII dirancang dengan adanya keunggulan pada kegiatan RISET DESAIN dengan karakteristik kurikulum berbasis Islam, keberlanjutan, architecture for all, dan arsitektur nusantara, yang sejalan dengan kurikulum Pogram Studi Arsitektur S-1 dan Program Profesi Arsitek di UII. Sehingga Magister Arsitektur UII akan memiliki mata kuliah dan kegiatan studio untuk mata kuliah Arsitektur Islami dan Arsitektur Nusantara. Pada waktu jangka panjang dan menengah, akan dilakukan sintesis mata kuliah dan studio arsitektur Islam Nusantara. Secara khusus keunggulan dan karakteristik yang dimiliki oleh lulusan Magister Arsitektur UII dibekali kurikulum yang berorientasi pada empat pilar yaitu: 1) Learning to Know; 2) Learning to Do; 3) Learning to Be dan; 4) Learning to Live Together.

Learning to know atau “belajar untuk mengetahui” adalah suatu pilar pembelajaran agar manusia dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat untuk memenuhi tuntutan kebutuhan kesejahteraan masyarakat.Untuk itu perlu didorong agar mahasiswa dapat belajar lebih efektif dan efisien dengan pendekatan multi sektoral.

Learning to Do adalah suatu cara atau metode pembelajaran agar ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh lewat learning to know dapat diterapkan secara lancar/trampil untuk kesejahteraan manusia. Unsur ketrampilan sangat ditekankan pada pilar ini, dengan catatan bahwa mahasiswa mempunyai basis penguasaan ilmu yang handal. Ketrampilan ditujukan untuk mengatasi adanya pengetahuan yang tidur, terpendam atau pengetahuan yang tidak dapat dimanfaatkan.

Learning to Be yang dimaksudkan agar kecakapan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki hendaknya tidak hanya untuk diri sendiri, dan bahkan jauh dari sikap sosial, tetapi harus mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Dua pilar yang telah dimiliki hendaknya mempunyai nilai manfaat terhadap orang banyak, mempunyai nilai sosial dan menumbuhkan suatu value dan akhirnya mengkristal menjadi suatu budaya dan bahkan filosofi. Untuk itu pola berbaur, bekerja sama, saling toleransi, saling menghargai, saling memperkuat menjadi inti dari pilar ini. Proses pembelajaran akan dijabarkan lebih rinci sehingga dapat mendukung pilar-pilar tersebut.

Learning to Live Together yang pada intinya mengharapkan agar proses pembelajaran dapat membentuk mahasiswa menjadi warga negara yang tahu akan hak dan kewajibannya. Proses pembelajaran yang dilakukan dapat membangun ikatan sosial, membangun ketahanan komunitas, ketahanan masyarakat dan ketahanan Negara.

 

Profil Lulusan M.Ars UII

Bidang keilmuan adalah Arsitektur dengan kemampuan berkarya pada keahlian riset keilmuan Arsitektur pada umumnya dengan kekhususan pada riset untuk, tentang dan pada desain arstektur (research for/to/about architecture design). Lulusan dapat mengembangkan karier sebagai pekerja ilmu untuk pengembangan Ilmu Arsitektur baik sebagai peneliti atau pendidik dan sekaligus dapat berperan sebagai pakar/konsultan yang memberikan layanan riset untuk keperluan praktek keprofesian arsitektur (privat domain), advokasi (community domain) dan pengawasan pemerintah (public/goverment domain).

Kualifikasi Hasil Pendidikan (Learning Outcomes)

Kompetensi utama yang diharapkan akan dimiliki sarjana S2 yang lulus dari Program Studi Magister Arsitektur UII adalah memiliki kompentensi yang unggul dalam riset dibidang teknik Arsitektur seperti di bidang Islamic Architectural, Sustainable Architecture, Architecture for all, Nusantara Architecture. Sedang kompetensi pendukung yang diharapkan dimiliki oleh seorang Magister lulusan Magister Arsitektur UII adalah mampu mengimplementasikan hasil riset dan kajiannya untuk disampaikan ke masyarakat terbatas seperti masyarakat akademis maupun masyarakat umum.

  1. Metodologi

  1. Metodologi riset baku: paradigmatis, teknik.

  2. Riset desain: untuk programming (faktual, studi kasus, otoritatif), pada/tentang desain (Agreement based programming, knowledge based programming, Value based programming)

  3. Riset evaluasi desain tematik.

  1. Subtansi:

  1. Islamic Architectural : Paradigma,teori, konsep dan teknologi serta studi kasus/model

  2. Sustainable Architeture: Paradigma teori konsep dan teknologi serta studi kasus/model

  3. Architecture for all : Paradigma,teori, konsep dan teknologi serta studi kasus/model

  4. Nusantara Architecture: Paradigma, teori, konsep dan teknologi serta studi kasus/model.

  5. Matakuliah yang mengait pada bahan kajian.

 

Kompetensi Utama dan Kompetensi Pendukung

Magister Arsitektur UII dirancang memiliki kompetensi utama dan kompetensi pendukung. Kompetensi Utama Magister Arsitektur UII yaitu: Arsitektur dengan kemampuan berkarya pada keahlian riset keilmuan Arsitektur pada umumnya dengan kekhususan pada riset untuk, tentang dan pada desain arstektur (research for/to/about architecture design).

Kompetensi Pendukung Magister Arsitektur UII yaitu: Lulusan dapat mengembangkan karier sebagai pekerja ilmu untuk pengembangan Ilmu Arsitektur baik sebagai peneliti atau pendidik dan sekaligus dapat berperan sebagai pakar/konsultan yang memberikan layanan riset untuk keperluan praktek keprofesian arsitektur (privat domain), advokasi (community domain) dan pengawasan pemerintah (public/goverment domain). Dengan kompetensi utama dan kompetensi pendukung, maka Magister Arsitektur UII disiapkan untuk mencetak lulusan yang berkarakter riset desain yang tentunya berkompetensi unggul.

Sikap

Berdasarkan profil lulusan dan jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia level 8 dan kekhasan yang tetapkan berdasarkan pasar, kata kunci dari visi, misi UII (Rahmatan lil alamin) dan kata kunci visi misi Jurusan (dhuafa dan keberlanjutan) serta  potensi  sumber daya, maka disusun Program Learning outcomes sebagai berikut:

  1. Lulusan mempunyai sikap dengan nilai:

    1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    2. Memiliki moral, etika dan kepribadian yang baik di dalam menyelesaikan tugasnya.

    3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cintatanah air serta mendukung perdamaian dunia.

    4. Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan lingkungannya.

    5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, kepercayaan, dan agama serta pendapat/temuan original orang lain.

    6. Menjunjung tinggi penegakan hukum serta memiliki semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa serta masyarakat luas.

  1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni di dalam bidang keilmuan Arstitektur melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji dalam keunggulan pada arsitektur islami, berkelanjutan yang mencakup arsitektur untuk semua dan arsitektur nusantara.

  2. Mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dalam ranah arsitektur praxis melalui layanan riset desain dengan pendekatan inter atau multidisipliner.

  3. Mampu mengelola riset dan pengembangan keilmuan arsitektur islami, berkelanjutan yang mencakup arsitektur untuk semua dan arsitektur nusantara yang bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional.

    1.   Strategi Pencapaian agar Kompetensi Lulusan Dapat Dicapai

Strategi pencapaian agar kompetensi lulusan Program Studi Magister Arsitektur UII dapat dicapai yaitu dengan menggunakan sistem pembelajaran yang sesuai dengan standar SNPT. Sistem Pembelajaran MAGISTER ARSITEKTUR UII didasarkan pada Standar Proses Pembelajaran dari Permendikbud No 49/2014 tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (lihat Gambar)

Gambar: Diagram Sistem Pembelajaran

    1. Capaian Pembelajaran Program Studi Magister Arsitektur UII

Capaian pembelajaran di Magister Arsitektur UII dibagi menjadi lima capaian pembelajaran. Kelima capaian pembelajaran tersebut yaitu sebagai berikut:

  1. Capaian Pembelajaran 1 (CP 1) yaitu Sikap Amanah dan Profesional

  2. Capaian Pembelajaran 2 (CP 2) yaitu Nalar Trampil dan Kreatif

  3. Capaian Pembelajaran 3 (CP 3) yaitu Pengetahuan Integratif dan Investigatif

  4. Capaian Pembelajaran 4 (CP 4) yaitu Ketrampilan Perancangan dan Pengkajian Berimbang

  5. Capaian Pembelajaran 5 (CP 5) yaitu Ketrampilan Pendampingan dan Difusi Pengetahuan.

Dari capaian-capaian pembelajaran tersebut maka menghasilkan program learning outcome yang berguna bagi lulusan. Capaian pembelajaran Magister Arsitektur UII dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel: Capaian Pembelajaran Magister Arsitektur UII

Capaian Pembelajaran Program

Program Learning Outcome

CP 1

Sikap Amanah dan Profesional

Lulusan harus memiliki etika universal berlandaskan nilai keislaman yang kuat, tanggung jawab profesional untuk menghasilkan karya, pemikiran maupun layanan arsitektural yang berkualitas tinggi serta didukung ketrampilan kepemimpinan, kolaborasi maupun kewirausahaan

Lulusan mempunyai sikap:

  1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;

  2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;

  3. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

  4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

  5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinil orang lain;

  6. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan pancasila;

  7. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

  8. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

  9. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan;

  10. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;

  11. Etis dan estetis, komunikatif, adaptif, dan apresiatif.

CP 2

Nalar Trampil dan Kreatif

Lulusan harus memiliki kemampuan membangun abstraksi dan dialektika antara ide spasial dengan dampaknya melalui beragam kajian konteks baik teoritis, sosial, politik, ekonomi, budaya dan lingkungan yang didukung dengan kemampuan mengartikulasikan pemikiran arsitektural tersebut melalui berbagai media, termasuk melalui narasi tertulis, bicara, gambar dan diagram serta model.

Lulusan dapat:

  1. Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni sesuai dengan bidang keahliannya melalui penelitian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni serta menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajiannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis;

  2. Menyusun dan mengkomunikasikan ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secara bertanggungjawab dan didasarkan pada etika akademik, melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;

  3. Mengambil keputusan dalam konteks meyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi atau seni berdasarkan kajian analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data;

  4. Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data hasil penelitian untuk menjamin kesahihan dan menghindarkan plagiasi;

  5. Meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri;

  6. Mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan kolega, sejawat di dalam lembaga dan komunitas penelitian yang lebih luas

CP 3

Pengetahuan Integratif dan Investigatif

Lulusan harus mempunyai penguasaan pengetahuan untuk mengintegrasikan seluruh aspek proses perancangan, rancangan arsitektural, sistem teknologi dan material bangunan hingga praktik pembangunan termasuk pengetahuan dan praktik lokal nusantara.

Lulusan juga harus mempunyai pengetahuan untuk menilai dan menginvestigasi aspek di atas sebagai bagian dari sikap belajar sepanjang hayat untuk meningkatkan kompetensi dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, dan untuk mendorong batas ilmu pengetahuan arsitektural agar tercipta lingkungan binaan dan masyarakat yang lestari.

Lulusan dapat:

  1. Menguasai teori arsitektur, perancangan arsitektur, estetika, simbol dalam arsitektur, sains bangunan/perencanaan dan perancangan kota/permukiman/landscape;

  2. Menguasai konsep teoritis arsitektur nusantara, dan metode penelitian serta publikasi ilmiah.

CP 4

Ketrampilan Perancangan & Pengkajian Berimbang

Lulusan harus menunjukkan kemampuan untuk memformulasikan tata kelola dan mengimplementasikan praktik perancangan / pengkajian arsitektural baik aspek teknis, sistematika maupun substansi yang diorientasikan pada pemenuhan kebutuhan yang seimbang antara klien dengan masyarakat dan antara pranata (etika dan hukum) dengan inovasi serta bisnis.

Lulusan dapat:

  1. Mampu mengembangan keilmuan arsitektur melalui penelitian dengan pendekatan inter atau multidisiplin, yang tersusun dalam tesis yang teruji terhadap kaidah ilmiah dan arsitektur, dan dapat dipublikasikan dalam publikasi berkala ilmiah nasional terakreditasi, atau;

  2. Mampu menghasilkan rancangan arsitektur yang kreatif, orijinal, disertai dengan kajian teoretiknya, yang merupakan solusi hasil kajian masalah arsitektur yang kontekstual, dan teruji terhadap kaidah arsitektur, serta tersusun dalam laporan yang dapat dipublikasikan dalam publikasi ilmiah nasional terakreditasi;

  3. Mampu menghasilkan paper/karya ilmiah salah satu bidang keilmuan arsitektur dan mempresentasikan dalam suatu forum ilmiah di tingkat nasional dan internasional.

CP 5

Ketrampilan Pendampingan & Difusi Pengetahuan

Lulusan harus mampu menjadi pendamping klien, masyarakat dan pemerintah untuk membangun dan meningkatkan kualitas lingkungan binaan, mampu mengimplementasi-kan nilai dan pengetahuan keislaman dalam ranah ide arsitektural, proses pembangunan maupun evaluasi dampak terhadap lingkungan binaan sebagai bagian dari upaya difusi ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang dimilikinya untuk menciptakan masyarakat madani.

Lulusan memiliki pengetahuan akan:

  • Keterbangunan

  • Keterampilan Komunikasi

  • Pendampingan dan Partisipasi Masyarakat

  • Kajian Forensika Arsitektural dan Evaluasi Kinerja Lingkungan

    1.   Matriks Bahan Kajian yang Diturunkan dari Capaian Pembelajaran

Bahan kajian Magister Arsitektur UII terdiri dari Metodologi (A), Substansi (B), dan tesis (C) yang menjadi dasar untuk menentukan nama mata kuliah, studio, dan tesis. Mata kuliah-mata kuliah yang mengait pada bahan kajian dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel: Mata Kuliah yang mengait pada bahan kajian

Curriculum M.Ars

Di dalam kerangka Kurikulum Magister Arsitektur UII, keilmuan yang akan dikembangkan adalan Arsitektur yang difokuskan pada Islamic Architeture for All dengan memperhatikan aspek Sustainability dan lokalitas “Nusantara Archipelago” (Kepulauan Nusantara). Pendekatan kurikulum Magister Arsitektur didasarkan pada tingkat kemampuan kerja level kualifikasi 8 (delapan) yaitu Program Magister.

Tabel Kata kunci tingkat kemampuan kerja dalam deskripsi KKNI

Sumber: Tim KKNI BELMAWA DIKTI, 2014, Panduan Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi

Rumpun Keilmuan

Dalam dunia yang berubah terdapat dampak yang signifikan dalam perkembangan pendidikan arsitektur. Paling tidak, menurut Ganapathy Mahalingam, PhD dalam Konvensi AIA yang berjudul “Emerging Trends for Architectural Education in the 21st Century terdapat 7 aspek yang berkembang sebagaimana Gambar berikut:

Gambar: Road Map Pendidikan Arsitektur UII

 

Tabel: Tahapan Pelaksanaan Road Map Pengembangan Islamic architeturefor All & Sustainability dan “ Nusantara”architecture

1. R&D

2. Inovasi Pengembangan Rancang Bangun

3. Pengembangan Model & Prototip

4. Produk Desain

4. Diseminasi Produk/Publikasi

  • Riset tentang dan untuk perancangan/ desain bangunan, tapak/ masterplan, interior, dan rancang kota (maks 60ha) dengan pendekatan Islamic Architecture for all, Sustainibility, “Nusantara” architecture

  • Inovasi Merancang,

  • Berargumentasi,

  • Mengkaji,

  • Berkomunikasi,

  • Architectural Forensics

  • Rekayasa teknik & teknologi

  • Rekayasa finansial

  • Rekayasa sosial dan legal (perda)

  • Penyiapan lahan & komunitas

  • Pengembangan jejaring pendukung

Produk Desain Bangunan, Tapak, Interior, dan Rancang Kota berbasis Islamic Architecture for all (Sustainability & Nusantara Architecture)

Seminars, Conferences, Workshops, Training, and National and International Journal Publications dan HKI

Magister Arsitektur UII memiliki keahlian Riset Arsitektur khususnya Riset Desain. Dengan “market driver design” maka Magister Arsitektur UII memiliki karakteristik yang berbeda dari perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Magister Arsitektur UII akan dibekali “ResearchDesign Skill Development”, sehingga mencetak lulusan yang: a) Mahir Riset Desain, b) Mahir Mengadvokasi, dan c) Mahir Mengevaluasi

Riset Desain pada Magister Arsitektur UII untuk mendukung produk-produk desain profesional. Gambar 2.3. Orientasi pembelajaran Magister Arsitektur UII dengan karakteristik utama pada Riset Desain (Design Research).

Sumber: Maharika, 2014



Body of Knowledge dari Program Studi Magister Arsitektur UII

Bidang ilmu dan kajian yang menjadi pokok bahasan dalam Program Magister Arsitektur UII tidak berbeda dengan apa yang dikaji pada program magister sejenis di tempat lain. Bidang ilmu dan kajian yang dilakukan disini akan dapat mendukung aplikasi ilmu-ilmu yang lain dalam tatanan praktis. Bidang ilmu yang akan menjadi pokok dalam Program Magister Arsitektur UII adalah bidang ilmu Arsitektur yang dihimpun dari beberapa sub-bidang yaitu Islamic Architecture, Sustainable Architecture, Architecture for all, and Nusantara Architecture. Ilmu Arsitektur berkaitan dengan bidang lain seperti Planologi (Perencanaan Wilayah, Kota dan Desa), Urban Design, Architecture Landscape, Interior dan Furniture. Untuk pengembangan lebih jauh, bidang ilmu Arsitektur dalam Program Magister Arsitektur UII akan didukung dengan penguatan dibidang Arsitektur Islam dan Nusantara karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar dan kaya akan budaya di setiap daerah yang terdiri dari 34 provinsi.

Perkembangan Bidang Ilmu/ Kajian

Perkembangan bidang ilmu Arsitektur dan kajiannya dapat berdampak langsung atau tidak langsung terhadap perkembangan teknologi dimasa depan. Doxiadis (1963) menulis bahwa ilmu dan praktek Arsitektur berkembang dari kepentingan lokal ke internasional. Berdasarkan perkembangan negara yang mencakup lokalitas, sosial ekonomi, dan perkembangan teknologi, maka arsitektur berkembang dari karya kerjinan ke karya industri arsitektur (Shidarta, 1984). Bila diamati, tulisan-tulisan tentang perkembangan arsitektur di masa lalu lebih banyak dibanding tulisan karya arsitektur yang berkembang saat ini. Penulis asing lebih banyak menulis arsitektur Indonesia dibanding ahli-ahli Indonesia (Atmadi, 1981). Menurut Atmadi (1981), kegiatan bidang arsitektur yang belum banyak disentuh adalah adalah PENELITIAN ARSITEKTUR. Penelitian arsitektur pada hakekatnya merupakan usaha untuk mempelajari kembali konsep dan patokan bangunan yang telah dikembangkan pada masa lalu yang sangat berguna bagi perumusan konsep dan pendekatan yang akan diterapkan pada bangunan atau gedung yang akan menjawab tantangan masa kini maupun yang akan datang. Setiap hasil perancangan mestinya sudah merupakan suatu sintesa yang merupakan hasil penelitian.

 

Tabel: Perkembangan Arsitektur Era Pertengahan, Modern, Masa Kini

Sumber: Bhaswara, Rahadea, 2010

Untuk menghindari hasil sintesa atau kesimpulan yang tidak mantap atau kurang memadai, maka diperlukan metoda perancanan yang lebih rasional (glass box) (Atmadi, 1981) dan memahami pula adanya pendekatan black box. Sehingga, manfaat hasil riset Magister Arsitektur UII tidak hanya untuk kepentingan praktis dan ekonomis, namun maka manfaat riset juga untuk perkembangan ilmu arsitektur. Selain itu, hasil-hasil riset Magister Arsitektur UII juga akan memberikan dampak langsung terhadap praktek perancangan arsitektur dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.

Dengan akan dikembangkannya Program Studi Magister Arsitektur UII, dengan penguatan RISET DESAIN yang diperlukan untuk kepentingan akademik maupun profesional, maka kelak sarjana S-2 yang dihasilkan oleh Magister Arsitektur UII diharapkan akan sangat kompeten sebagai ahli dibidang Islamic Architecture, Architecture for all, Nusantara Architecture, and Sustainable Architecture.

Rancangan Kurikulum

Kurikulum Program Magister Arsitektur UII dirancang dengan jumlah SKS sebanyak 76 SKS yang terdiri dari subyek pendukung 18 SKS dan subyek utama sebanyak 58 SKS. Dengan jumlah SKS sebanyak ini diharapkan Program Magister Arsitektur UII dapat menghasilkan sarjana S2 yang kompeten dibidang riset dan atau kompeten sebagai staf pengajar perguruan tinggi. Oleh karena itu pada semester-semester awal mahasiswa akan diberikan matakuliah tatap muka dengan subyek filsafat ilmu dan metodologi penelitian, sedangkan untuk peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian Magisternya maka mahasiswa diharuskan mengambil mata kuliah pendukung pilihan wajib yang disesuaikan dengan rencana topik penelitian yang akan diambil. Mata kuliah pendukung ini diambil oleh mahasiswa berdasarkan usulan dari dosen yang akan diproyeksikan sebagai pembimbing tesis dari mahasiswa yang bersangkutan. Selebihnya subyek yang harus ditempuh mahasiswa adalah subyek penelitian yang menyangkut penulisan tesis. Oleh karena itu, lulusan Magister Arsitektur UII adalah Magister Arsitektur yang mampu menguasai ‘state of the art’ perancangan & ilmu arsitektur. Peran yang dapat dilakukan oleh lulusan Magister Arsitektur UII setelah menyelesaikan proses pembelajaran di program studi terkait dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel: Lulusan Program Studi Magister Arsitektur UII dalam Level “State of The Art

 

Profil Lulusan S2 Arsitektur

Lingkung Pengetahuan

  • Designer

  • Pembangun/Pengembang

  • Ilmuwan

  • Birokrat

State of the Art/Keunggulan:

Islamic Architecture, Sustainability, Inclusy, Locality

 

Rancangan Kurikulum Program Studi Magister Arsitektur UII

Tabel: Susunan Mata Kuliah per Semester Berikut Bobotnya