SEMESTER 1 SEMESTER2
MATA KULIAH SKS MATA KULIAH SKS
Pendidikan Agama Islam 2 Islam Ulil Albab 3
Studio Desain 1 6 Studio Desain 2 6
Seni, Kreativitas & Arsitektur 2 Tektonika & Kekriyaan 3
Struktur & Bentuk 2 Rekayasa Lingkungan Termal 2
Material & Konstruksi 3 Rekayasa Pencahayaan Arsitektur 2
Pemikiran Desain & Komputasi 3 BIM untuk Arsitektur 3
Pembelajaran, Karir & Kepemimpinan 2

Material dan Konstruksi
Mata kuliah Prodi Arsitektur Program Sarjana UII dalam Kurikulum 2020. Mata kuliah ini dalam lingkup klaster ilmu Teknologi dan kinerja bangunan, berbobot 3 sks yang bersifat wajib bagi mahasiswa semester 1 dan berbentuk classical, tutorial dan workshop.
Mata kuliah ini menjadi dasar mendalami advanced building material, material and fabrication, material for low carbon footprint, material properties and performance dan integrated material. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pemberian pengetahuan yang menyeluruh dilengkapi rule of thumb dan penggunaan perangkat lunak sederhana dan/atau alat dan bahan simulasi yang adekuat, sehingga mahasiswa dapat langsung menerapkan pengetahuan dalam contoh kasus sederhana secara individu dalam grup 4-5 orang. Pembelajaran dapat dilaksanakan di kelas maupun daring dengan jumlah mahasiswa 30-40.
Mata kuliah ini merupakan awal dalam rangkaian mata kuliah yang membekali keilmuan desain arsitektur bagi mahasiswa calon sarjana arsitektur. Secara umum, mata kuliah ini memberikan pembekalan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif terhadap bahan dan konstruksi. Mata kuliah ini menitikberatkan pada kajian bahan dan karakternya sebagai titik awal berpikir konstruksi yang berguna bagi perancangan arsitektur yang mengutamakan keselamatan pengguna, keberlanjutan dan kelestarian alam. Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk dapat mengenali, menjelaskan dan menyatakan ragam, karakter dan tingkat penggunaan bahan pada bangunan.
Hasil pembelajaran berupa pemahaman pengetahuan ragam, karakter dan tingkat penggunaan bahan yang saling berkelindan dengan konstruksi untuk menghasilkan bangunan yang mengutamakan keselamatan pengguna, keberlanjutan dan kelestarian alam, melalui pemikiran kritis, kreatif dan estetis berbasis riset (sederhana) desain.

Pemikiran Desain & Komputasi
Mata kuliah ini mengajarkan mahasiswa supaya mampu memahami beragam penalaran dalam proses desain; “Sejarah” design method & thinking;ragam model pendekatan design method & design thinking; Pemrograman arsitektural. Pengenalan tentang Pattern recognition/ Identification (natural pattern, urban fabric pattern), Problem Statement, Data culture, Syntax dilakukan sebagai upaya untuk mengakomodasi proses berpikir mahasiswa sebagai bekal merancang.
Dilakukan pula pengenalan beragam aplikasi, software dan hardware (mulai dari data sensing, data logger, data processing, data visualization, data analysis.

Pendidikan Agama Islam
Mata kuliah Pendidikan Agama Islam dijadwalkan ditempuh oleh mahasiswa pada semester 1 dengan bobot 2 sks dan merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan mengembangkan menerapkan sikap ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dengan menjalankan syariat-Nya dalam kehidupan sehari-hari serta menjunjung akhlak Islami dan etika universal.
Mata kuliah ini disarankan menggunakan metode reflective learning dan contextual learning . Reflective learning adalah proses pembelajaran melalui refleksi, yaitu mahasiswa merefleksikan apa yang telah dipelajarinya dengan pengalaman atau situasi yang pernah/sedang dialami oleh masing-masing mahasiswa. Contextual learning adalah proses pembelajaran melalui kontekstualisasi apa yang dipelajari dengan persoalan nyata yang terdapat di masyarakat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Pembelajaran, Karier dan Kepemimpinan
Mata kuliah Learning & Career Leadership dalam Kurikulum Sarjana Arsitektur diberikan kepada mahasiswa semester 1 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib / wajib terbatas/pilihan yang ditempuh . Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan berupa kemampuan untuk menunjukkan sikap ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dengan menjalankan syariatnya dalam kehidupan sehari-hari, profesional dan menjunjung etika profesi dan etika Islam universal.

Studio Desain 1
Studio Desain (SD) 1 merupakan mata kuliah utama Prodi Sarjana Arsitektur UII dalam Kurikulum 2020. Mata kuliah ini berbobot 6 SKS yang bersifat wajib bagi mahasiswa semester pertama dan berbentuk studio. Mata Kuliah ini merupakan prasyarat untuk dapat mengambil mata kuliah SD 2 yang ditawarkan pada semester genap. SD 1 disampaikan melalui 2 sesi pertemuan setiap pekan, yaitu sesi ke-1 berdurasi 2 SKS untuk menyampaikan teori-teori dasar dan sesi ke-2 berdurasi 4 SKS untuk merefleksi teori dan praktik desain.
Mata kuliah ini merupakan pembuka dalam rangkaian mata kuliah yang membekali keilmuan desain dan arsitektur bagi mahasiswa. Secara umum, mata kuliah ini akan memberikan pembelajaran merancang elemen arsitektur berbasis ragam metode yang merujuk elemen alam bagi mahasiswa.
Mata kuliah ini menitikberatkan pada desain sebagai keterampilan dasar (Design as Fundamental Skill) bercorak seni (liberal arts) yang merujuk pada lingkup/frame perkuliahan studio pada tahun pertama dan kedua. Studio Desain 1 memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk dapat membangun gagasan desain yang terinspirasi dari alam (Nature Inspired Design Ideas) yang berfokus pada prinsip merasakan keindahan (Aesthetics Sensing) dan diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan sensitivitas (Sensitivity) mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.

Seni, Kreativitas dan Arsitektur
MK ini mengenalkan mahasiswa akan definisi dan konsep dasar arsitektur diantara ilmu science, seni, dan kreativitas. Pembelajaran dalam MK ini adalah berbasis pengalaman mahasiswa dalam berpikir kritis mengenai profesi arsitek dan tanggung jawabnya pada keilmuan dan posisinya sebagai khalifah fil ardh.

Struktur dan Bentuk
Mata kuliah Struktur dan Bentuk berbobot 2 sks, bersifat wajib bagi mahasiswa semester 2 serta menjadi prasyarat bagi mata kuliah Sistem Struktur Bangunan.
Mata kuliah ini ditujukan untuk memberikan kemampuan kepada mahasiswa tentang sinergi struktur, bentuk dan material serta prinsip-prinsip dan konsep-konsep dasar struktur yang mendasarinya untuk mendorong integrasi desain yang kreatif. Secara umum topik bahasan mencakup dasar statika dan kekuatan material, perilaku struktur dan hubungan antara perilaku struktur dan bentuk.
Pembelajaran dilakukan melalui ‘real model’ yang melibatkan kemampuan sensori, diawali dengan mempelajari tentang struktur yang ada di alam dengan pendekatan intuitive dan logika visual, kemudian dilanjutkan dengan pemahaman struktur dalam karya arsitektur dengan pendekatan rasional melalui pengetahuan teoritik untuk mengembangkan kemampuan analitik. Pembelajaran ini dilakukan dengan penekanan pada active learning dalam bentuk kerja individual maupun kelompok dengan jumlah ideal mahasiswa per kelas tidak lebih dari 25 mahasiswa.

Tektonika dan Kekriyaan
Mata kuliah wajib di semester 2 ini memberikan landasan pengetahuan tentang arsitektur sebagai komposisi arsitektonis yang mempertimbangkan karakteristik material, logika struktur dan prinsip pembebanan, teknik membuat dan moda produksi yang terkait, serta konsekuensinya pada estetika bentuk, ruang dan kinerjanya.
Komposisi arsitektonis ini dipahami dalam konteks sosio-kultural tertentu, baik di Indonesia maupun dalam konteks global yang memiliki nilai-nilai tradisi dan filosofi.
Bahasan meliputi tektonika dan kekriyaan pada masyarakat pra-modern-tradisional, modern-industrial hingga kontemporer-digital.
Pembelajaran juga meliputi implementasi dari hasil kajian ke dalam rancangan komponen bangunan yang inovatif dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut di atas.

Studio Desain 2
Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari desain dalam keragaman bahan dan teknik konstruksinya dalam rangka membangun kemampuan merangkai konstruksi yang kreatif berdasarkan inspirasi dan empati dari dan terhadap alam dan tradisi/budaya. Di studio mahasiswa akan melakukan proses reverse engineering terhadap dunia bendawi baik yang diproduksi alam maupun tradisi untuk kemudian ditiru dan dikembangkan dalam proses desain (ideate). Mahasiswa akan belajar beragam cara dan taktik desain yang berasal dari rujukan-rujukan alami dan budaya/tradisi dan berinovasi dalam beragam konteks yang berbeda.

Rekayasa Pencahayaan Arsitektur
Mata kuliah ini diberikan pada semester 2 dengan bobot 2 SKS. Mata kuliah ini bertujuan memberikan memberikan dasar pemahaman kepada mahasiswa tentang apa dan sejauh mana peran cahaya dalam membentuk ruang dan pengalaman dalam arsitektur. Mata kuliah ini memberikan pengenalan pada mahasiswa mengenai bagaimana cahaya berkontribusi pada pembentukan pengalaman ruang beserta pengetahuan bagaimana cara mendapatkan, merekayasa dan mengendalikan cahaya untuk mencapai pengalaman ruang, kenyamanan, dan unjuk kinerja visual dalam ruang arsitektur. Secara umum kompetensi mata kuliah ini akan menjadi modal yang akan mendukung seluruh mata kuliah Studio Perancangan dan mata kuliah terkait infrastruktur dan kinerja bangunan. Topik utama mata kuliah ini terdiri dari prinsip-prinsip fisika cahaya, hubungan antara cahaya dan arsitektur, kinerja visual dan kenyamanan visual, kesehatan manusia, keterkaitan cahaya dan budaya, warna cahaya, teknologi pencahayaan, teknik pencahayaan dan desain pencahayaan alami dan buatan. Model pembelajaran melibatkan experiential learning untuk mempertajam sensitivitas pada cahaya dan reflective learning berbasis teori dan pengalaman empirik.

Rekayasa Lingkungan Termal
Tujuan mata kuliah Thermal Environmental Control (TEC) adalah pembelajaran kepada mahasiswa sehingga:
a. Mahasiswa dapat memahami konsep dan prinsip kendali lingkungan termal yang berkaitan dengan Thermal human sensing dan relasinya dengan human sensing baik aspek health-comfort dan prinsip dasar heat transfer serta prinsip pengendalian lingkungan dikaitkan dengan desain bangunan
b. Mahasiswa dapat melakukan analisis dan sintesis untuk mengevaluasi dan mengusulkan arahan prinsip rekayasa komponen bangunan dan site untuk mencapai kenyamanan termal pada konteks iklim untuk level prinsip perancangan dasar
c. Mahasiswa memahami prinsip pengendalian lingkungan termal secara passive dan active terkhusus untuk lingkungan warm humid climate serta berkelanjutan
Pembelajaran dilakukan dengan dominasi pada active learning dengan pendalaman melalui penyelesaian kasus. Konsekuensinya kelas ideal akan terjadi bila jumlah mahasiswa tidak lebih dari 25 sehingga dapat membentuk kerja grup. Pembelajaran juga dilengkapi dengan alat-alat yang relevan untuk membantu mahasiswa “membaca” stimulus termal termasuk dukungan secara paralel skill aplikasi software geometri matahari dan angin pada mata kuliah BIM.

Islam Ulil Albab
Mata kuliah Islam Ulil Albab dijadwalkan ditempuh oleh mahasiswa pada semester 2 dengan bobot 3 sks dan merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk dapat memahami dan merefleksikan konsep insan ulil albab, serta mengambil pelajaran dari pemikiran para cendekiawan muslim, keteladanan para tokoh pendiri UII, serta dari perkembangan peradaban Islam.
Mata kuliah ini disarankan menggunakan metode reflective learning dan contextual learning . Reflective learning adalah proses pembelajaran melalui refleksi, yaitu mahasiswa merefleksikan apa yang telah dipelajarinya dengan pengalaman atau situasi yang pernah/sedang dialami oleh masing-masing mahasiswa. Contextual learning adalah proses pembelajaran melalui kontekstualisasi apa yang dipelajari dengan persoalan nyata yang terdapat di masyarakat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

BIM untuk arsitektur
BIM untuk Desain Arsitektur (BIM for Architecture Design – BAD)
Merupakan perkuliahan yang mengkombinasikan metode pembelajaran berbasiskan teori dan Hands-On practice (Experiental learning) dan bersifat wajib.
Mata kuliah ini merupakan sarana untuk membangun pondasi awal proses desain berbasiskan pengolahan data (data processing) menjadi sebuah informasi yang terintegrasi dalam model digital 3D, sehingga bisa divisualisasikan sekaligus disimulasikan sesuai kebutuhan.
Mata kuliah ini berbobot 4 SKS, berdurasi 3,5 jam untuk tiap minggu pertemuannya, dengan total 14 minggu pertemuan efektif (total 49 jam pelajaran, 14 kali sesi pertemuan di Lab. Komputasi Digital, ditambah 2 sesi untuk UTS dan UAS).
Fokus perkuliahan diarahkan pada proses pemodelan digital bangunan sederhana yang dimulai dari pengumpulan, pengorganisasian, analisa, pertukaran (interoperabilitas), hingga distribusi data basic (konteks, bangunan, material, fungsi dan Aktivitas) dengan kriteria antara LOMD 2 dan LOMD 3, dan berada pada level kematangan kolaborasi pertama (low collaboration).
Dengan goal mahasiswa mampu melakukan pemodelan digital untuk mendukung proses desain bangunan sederhana sekaligus memiliki pemahaman terkait ragam bahan bangunan serta construction component assembling.

Note:
Level of BIM Collaboration Maturity v. JArsUII Architecture Information System

Sejarah Arsitektur
Mata kuliah Sejarah Arsitektur dengan bobot 2 SKS ini merupakan mata kuliah wajib di Prodi Sarjana Arsitektur yang ditawarkan di Semester 3. Mata kuliah ini dirancang untuk menjadikan mahasiswa memahami Historiografi Arsitektur Global dengan fokus pada Arsitektur Modern di Eropa dan Amerika dengan latar interaksi global. Mata kuliah ini juga dirancang untuk menjadikan mahasiswa mampu melakukan pembelajaran aktif, menelaah dan menganalisis sejarah perkembangan arsitektur modern secara kritis untuk menjadi input bagi rancangan di mata kuliah studio.
Metode pembelajaran adalah active learning dan reflective learning. Active learning menuntut kemandirian mahasiswa dalam belajar serta untuk terlibat secara aktif atau mengalami sendiri proses pembelajaran, yang melibatkan membaca, menulis, berdiskusi, dan menyelesaikan masalah yang melibatkan analisis, sintesis, dan evaluasi sebagai ‘high-order thinking skills’. Reflective learning menuntut mahasiswa untuk dapat merefleksikan pengetahuan yang diperolehnya untuk menjadi input bagi rancangan di mata kuliah studio.

Sistem Struktur dan Bangunan
Sistem Struktur dan Bangunan adalah mata kuliah lingkup ilmu teknologi dan kinerja bangunan yang diajarkan di semester III dengan bobot 2 SKS. Mata kuliah ini ditujukan untuk memberikan pemahaman konsep- konsep dasar struktur bangunan gedung yang mempengaruhi pengembangan bentuk dan ruang arsitektural. Mata kuliah ini memberikan pengetahuan menyeluruh tentang sistem struktur bangunan bertingkat rendah hingga tinggi, latar belakang prinsip struktur, serta pemilihan sistem struktur untuk diaplikasikan dalam desain di berbagai kondisi. Pemahaman struktur utama meliputi pemahaman elemen struktur, sistem struktur utama, grid, pola, material, penentuan ukuran elemen struktur, serta pemahaman perilaku sistem struktur menggunakan logika grafis sederhana maupun perangkat lunak. Untuk mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa perlu memiliki pengetahuan tentang struktur dan bentuk. Mata Kuliah ini menjadi dasar untuk mendalami teknologi bangunan terpadu. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pemberian pengetahuan yang menyeluruh dilengkapi rule of thumb dan penggunaan perangkat lunak sederhana, sehingga mahasiswa dapat langsung menerapkan pengetahuan dalam contoh kasus sederhana secara individu. Pembelajaran dapat dilaksanakan di kelas maupun daring dengan jumlah mahasiswa 30-40.

Infrastruktur Bangunan
Mata Kuliah Infrastruktur Bangunan merupakan mata kuliah dasar yang bersifat wajib pada Prodi Sarjana Arsitektur UII yang ditempuh pada semester 3 dengan memiliki bobot 2 SKS.
Mata kuliah ini akan memberikan pengetahuan menyeluruh mengenai Prinsip-prinsip dasar untuk Sistem Infrastruktur dan Utilitas pada bangunan sederhana hingga yang lebih komplek serta Sistem Keamanan dan Keselamatan Bangunan dan disertai dengan contoh penerapan pada desain.
Diharapkan setelah lulus dari mata kuliah ini mahasiswa memahami prinsip dasar , dan nantinya mampu mengembangkan pengetahuan lebih lanjut serta mampu menerapkannya pada mata kuliah
Integrasi dan Merancang.
Aktivitas pada Mata Kuliah ini terdiri dari 2 macam aktivitas, yaitu Kuliah di kelas dengan
pendekatan Student Center Learning berupa Ceramah singkat, Diskusi, Kuis dan Presentasi oleh mahasiswa, yang bisa diselenggarakan secara daring maupun luring. Diharapkan dalam satu kelas diikuti oleh 25-30 mahasiswa.
Evaluasi berdasarkan CMPK melalui berbagai macam tugas yang sesuai dengan topik, yaitu berupa tugas mandiri ,tugas terstruktur ,kuis , UTS dan UAS.

Bahasa Inggris untuk Arsitek
Mata kuliah Bahasa Inggris untuk Arsitek dalam Kurikulum Sarjana Arsitektur diberikan kepada mahasiswa semester 3 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib / wajib terbatas/pilihan yang ditempuh . Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan berupa kemampuan untuk menunjukkan pandangan hidup inklusif, dapat bergaul di masyarakat global dengan tetap mempertahankan identitas keislaman dan keindonesiaan dan independensi profesi Mampu menunjukkan pandangan hidup inklusif, dapat bergaul di masyarakat global dengan tetap mempertahankan identitas keislaman dan keindonesiaan dan independensi profesi.

Perilaku Meruang
Mata kuliah ini mempelajari teori perilaku manusia yang diperkuat melalui pengalaman penghayatan fenomena perilaku manusia berbasis kajian ruang/bangunan/kawasan yang dilakukan secara partisipatory, reflektif, dan observatif. Metode delivery dilakukan dengan cara kuliah, diskusi kelas, dan penugasan individual.

Rekayasa Akustik Arsitektur
Mata kuliah ini memperkenalkan akustik yang berhubungan dengan prinsip desain arsitektur. Kuliah dimulai dengan memperkenalkan teori dasar bunyi, menunjukkan bagaimana bunyi bekerja di lingkungan binaan dari berbagai perspektif sumber bunyi, perambatan bunyi, penerima bunyi dan bagaimana hubungannya dengan aspek arsitektural. Setelah itu, mahasiswa diajak untuk mengeksplorasi cara merekayasa kualitas akustik lingkungan arsitektur secara pasif dan secara aktif. Kemudian diakhiri dengan pemahaman mengenai pembangunan berkelanjutan dari aspek akustik terkait dengan kenyamanan akustik, pengembangan material akustik, dan kontrol cerdas akustik.

Desain Studio 3
Design Studio (DS) 3 adalah Mata Kuliah Wajib di Program Sarjana Arsitektur dengan Bobot 6 SKS, yang diberikan di Semester 3.
DS 3 adalah mata kuliah berbasis studio, dengan pendekatan independent-directed study, dimana dosen berperan sebagai “coach” dalam proses pembelajaran.
Melalui studio ini mahasiswa diharapkan mampu mengeksplorasi Gagasan Desain untuk menciptakan ruang dan bentuk (Form n Space) pada suatu tapak berbasis Science and Computational dan mampu berargumentasi secara rasional dan integrative.
Science yang menjadi dasar menciptakan gagasan bentuk dan ruang adalah perilaku manusia (human behavior), analisis tapak, struktur dan infrastruktur dan control terhadap lingkungan.
Mahasiswa mampu mengekspresikan gagasan desain dengan metode komputasi dalam bentuk 2D maupun 3D dengan menerapkan prinsip kerja BIM.
Mahasiswa juga diharapkan mampu berargumentasi secara rasional dan integrative.

Kewirausahaan Syariah
Mata kuliah Kewirausahaan Syariah ini dijadwalkan ditempuh oleh mahasiswa pada semester 4 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat.
Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Hal ini diperlukan karena semangat tersebut akan membentuk karakter kewirausahaan seperti kreatif dan inovatif, mandiri, persisten, pandai menangkap peluang, dan berintegritas, yang tidak hanya dibutuhkan oleh mahasiswa yang kelak menjadi seorang wirausahawan, namun juga untuk profesi-profesi lainnya.

Teknologi Bangunan Terpadu
Integrated Building Technology adalah mata kuliah teori tentang aplikasi berbagai sistem bangunan gedung dari sistem sederhana hingga maju secara terpadu. Sistem bangunan difokuskan pada aplikasi keterpaduan sistem struktur, konstruksi, mekanikal, dan elektrikal. Tujuan dari MK ini adalah mendidik mahasiswa untuk memahami bagaimana keterpaduan sistem-sistem tersebut berjalan dalam sebuah gedung yang berkaitan dengan kajian pada efektifitas desain arsitektur, kelestarian lingkungan, dan penerapan teknologi terkini.

Design Studio 4
Mata kuliah Design Studio 4 dalam Kurikulum Sarjana Arsitektur diberikan kepada mahasiswa semester 4 dengan bobot 6 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib / wajib terbatas/pilihan yang ditempuh . Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan berupa
kemampuan untuk Mampu menerjemahkan semangat inovasi desain arsitektur untuk memecahkan masalah melalui pemikiran kritis, kreatif dan estetis berbasis riset desain yang komprehensi desain. Mampu menerjemahkan semangat inovasi desain arsitektur untuk memecahkan masalah melalui
pemikiran kritis, kreatif dan estetis berbasis riset desain yang komprehensi desain Mampu
menyajikan hasil desain profesional yang tuntas ditunjukkan dengan ketajaman analisis
permasalahan desain, keserba cakupan tinjauan konteks, gagasan konsep fundamental yang kokoh, dan rekayasa teknologi bangunan yang handal dan penyajian yang kompreh Mampu menerapkan karakter kepemimpinan dan keteladanan di masyarakat, membuat keputusan di lingkungan kerjanya serta berinovasi untuk mengembangkan kepeloporan desain arsitektural.

Landskap dan Humanosfer
LANDSKAP DAN HUMANOSFER adalah mata kuliah yang memasukkan aspek sosio humanis ke dalam lingkup rekayasa tapak maupun rancang kota.
Penyampaian materi dengan metode studio, baik di dalam gedung maupun di luar gedung, menyebabkan dosen/instruktur dan staf harus melakukan implementasi pedagogis yang bersifat simulasi serta pembelajaran berbasis riset dan desain untuk membawa inovasi ke dalam budaya studio desain lanskap dan perkotaan.
Metode pembelajaran berbudaya studio ini akan menuntut peningkatan kompetensi, sumberdaya dan informasi yang mencukupi serta perlengkapan digital yang memadahi. Studio ini akan mendalami dan menguatkan pembelajaran melalui on off campus, termasuk community engagement untuk penguatan kewirausahaan dan kampus merdeka.

Budaya Membangun
Mata kuliah ini berfokus pada pemahaman tentang perkembangan bangunan sebagai produk dari proses sosial,
yang dibagi menjadi sejumlah kajian, yakni:
1. Relasi dan proses sosial yang melandasi pembentukan bangunan dari masa ke masa.
2. Pembuatan bangunan, pemanfaatan bangunan dan pemaknaan bangunan berbasis hubungan sosial.
3. Moda produksi bangunan dan konsekuensinya bagi wujud bangunan.
4. Teori, metoda dan teknik merancang dengan melibatkan masyarakat

Rahmatin Lil Alamin
Mata kuliah Islam Rahmatan lil Alamin dengan bobot 2 SKS ini merupakan mata kuliah wajib di Prodi Sarjana Arsitektur yang ditawarkan di Semester 4. Mata kuliah ini dirancang untuk menjadikan mahasiswa memahami sistem nilai dalam arsitektur Islam dalam kaitannya dengan arsitektur, dapat menggunakan pengetahuan tentang peran arsitektur untuk mendukung masyarakat Muslim dalam
menghadapi tantangan saat ini (ekonomi, sosial, kultural, environmental) untuk menjadi input bagi rancangan di mata kuliah studio, serta memiliki integritas (kejujuran, moral, etika) dalam menerapkan nilai-nilai arsitektur Islam, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia. Metode pembelajaran adalah active learning dan reflective learning. Active learning menuntut kemandirian mahasiswa dalam belajar serta untuk terlibat secara aktif atau mengalami sendiri proses pembelajaran, yang melibatkan analisis, sintesis, dan evaluasi. Reflective learning menuntut
mahasiswa untuk dapat merefleksikan pengetahuan yang diperolehnya untuk menjadi input bagi rancangan di mata kuliah studio.

Studio Desain Arsitektur 1
SDA 1 adalah mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa pada semester 5. Persyaratan bisa mengambil mata kuliah SDA 1, mahasiswa harus menyelesaikan portofolio yang merupakan hasil kinerja sebelumnya sampai semester 4. Mata kuliah ini bertujuan untuk memberi bekal kemampuan merancang arsitektur berbasis klien. Pendekatan desain yang diasah adalah kemampuan naratif
baik dalam menerjemahkan keinginan dan pandangan klien maupun dalam menerapkannya menjadi strategi desain, serta menerapkan prinsip-prinsip perancangan arsitektur pada bentuk dan ruang yang kreatif. Bekal pengetahuan yang diajarkan adalah perilaku meruang manusia, prinsip arsitektur
berkelanjutan, prinsip co-design baik untuk skala mikro maupun mezo. Keterampilan yang
dikembangkan adalah komunikasi dengan klien (memahami keinginan klien). Kompleksitas bangunan arsitektur yang dipakai sebagai kasus adalah bangunan dengan tipologi sederhana namun kreatif, menerapkan prinsip desain universal dan diakses oleh semua pengguna. Pengalaman pembelajaran yang dikembangkan adalah “Architectural Design Charrette” yaitu mahasiswa diajak untuk mendesain bersama dengan klien secara intensif untuk menginterogasi narasi mereka. Penggunaan media campuran sangat ditekankan dalam rangka membaca maupun menerjemahkan narasi tersebut ke dalam rancangan arsitektural.

Pemikiran Desain
Pemikiran Desain adalah mata kuliah wajib yang diberikan di semester 5 dengan tujuan mengembangkan kemampuan untuk mengkonsolidasikan pengalaman pembelajaran pada Design Studio 1-4, serta mengembangkan kerangka pemikiran yang melandasi berbagai eksplorasi pada Architectural Design Studio berikutnya.
Mata kuliah ini memperkenalkan ranah metoda desain (Sutanto, 2020), yakni: Seni, Sains, Behavior dan Lingkungan. Mata kuliah ini juga memperkenalkan landasan nilai (value-base) yang digunakan untuk menjaring isu-isu dalam perancangan.
Kerangka ini berlandakan pada klasifikasi yang disusun Peter Plowright yang meliputi: a) Pattern-based Method, b)
Froce-based Method dan c) Concept-based Method, yang diperkaya dengan Digital Thinking dalam Pemikiran Desain.

Pendidikan Pancasila
Mata kuliah Pancasila dijadwalkan ditempuh oleh mahasiswa pada semester 5 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan
pemahaman, penghayatan, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bagi mahasiswa sebagai calon cendekiawan Islam.
Mata kuliah ini disarankan menggunakan metode reflective learning dan contextual learning . Reflective learning adalah proses pembelajaran melalui refleksi, yaitu mahasiswa merefleksikan apa yang telah dipelajarinya dengan pengalaman atau situasi yang pernah/sedang dialami oleh masing-masing mahasiswa. Contextual learning adalah proses pembelajaran melalui kontekstualisasi apa yang dipelajari dengan persoalan nyata yang terdapat di masyarakat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Portofolio Teknologi Bangunan Berkelanjutan
Portofolio Sustainable Building Technology (Portofolio Teknologi Bangunan Berkelanjutan) adalah mata kuliah lingkup ilmu teknologi dan kinerja bangunan yang diajarkan di semester V dengan bobot 4 SKS. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah mengenai keberlanjutan rancangan arsitektur yang menyangkut nilai nilai ekologis, sosial, dan teknis. Mata Kuliah ini mendukung kompetensi lulusan yaitu pengetahuan
sains dan teknologi bangunan berbasis kelestarian lingkungan.
Tujuan mata kuliah ini adalah memberikan pemahaman bahwa selama proses merancang, pertimbangan teknologi, nilai lingkungan, penerimaan secara sosial dengan kelayakan ekonomis/ teknis dapat saling mengisi untuk mendukung berbagai unsur dalam suatu ruang ekosistem.
Portofolio menuntut mahasiswa belajar secara mandiri (independent study) untuk memperdalam fokus minat mahasiswa (student centred) berbasis kegiatan perancangan berbasis kasus (case-based design).
Mata kuliah ini bersifat wajib. Kasus dapat berupa kasus nyata (lokasi nyata, klien nyata, atau problem desain yang dirumuskan dalam sayembara). Mahasiswa dapat memperdalam topik perancangan yang diminati melalui
kegiatan perancangan, penelitian desain, lokakarya desain, dan beragam kegiatan lapangan yang melibatkan proses perancangan. Kegiatan dapat dirancang oleh program studi sendiri, dari prodi lain di dalam perguruan tinggi sendiri ataupun di perguruan tinggi lain, atau program, atau aktivitas perancangan
lain. Bentuk kegiatan dapat berupa studio yang didesain khusus untuk mendalami sesuai topik, studio
daring, dan aktivitas proyek perancangan sepanjang telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan program studi. Durasi studi dihitung ekuivalensi sesuai kredit yang disyaratkan. Proyek dapat terdiri dari satu proyek
desain komprehensif atau beberapa proyek desain amunapat dirunut kesesuaian dengan topik. Pada proses pengambilan mata kuliah dilakukan pembimbingan oleh dosen pengampu topik, kolokium antar
peserta, dan presentasi. Produk akhir perkuliahan ini adalah berupa laporan perancangan yang menunjukkan komprehensifitas solusi topik yang pelajari. Asesmen dilakukan melalui asesmen formatif
selama proses pembimbingan dan sumatif melalui presentasi portofolio perancangan sesuai dengan capaian pembelajaran matakuliah dan student performance criteria yang disyaratkan.
Untuk mengikuti mata kuliah ini mahasiswa perlu memiliki pengetahuan tentang Integrated Building Technologi, Landscape and Urbanism. Matakuliah ini menunjang mata kuliah ADS 2,3 dan 4. Strategi pembelajaran yang digunakan bersifat semi studio yaitu berupa teori dan menyelesaikan tugas studi kasus terkait materi kuliah. Pembelajaran dapat dilaksanakan di kelas maupun daring dengan jumlah mahasiswa 10-15 mahasiswa per kelas.

Adicita Rancang Ruang
Breadth atau dipadankan dengan Adicita (pengayaan, pendalaman) adalah kegiatan belajar mahasiswa secara mandiri (independent study) untuk memperkaya dan mengembangkan fokus berbasis minat mahasiswa (student centred).
Mata kuliah ini bersifat wajib. Mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui belajar dari program studi sendiri, dari prodi lain di dalam perguruan tinggi sendiri ataupun di perguruan tinggi lain, atau program, atau aktivitas pembelajaran lain.
Bentuk pembelajaran dapat berupa kelas yang didesain khusus untuk memperkaya dan mendalami sesuai topik, kelas daring, seminar, konferensi, diskusi, atau aktivitas lain sepanjang telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan program studi.

Studio Desain Arsitektur 2
Studio Desain Arsitektur 2 adalah Mata Kuliah Wajib di Program Sarjana Arsitektur dengan
Bobot 6 SKS, yang diberikan di Semester 6. SDA 2 adalah mata kuliah berbasis studio, dengan
pendekatan independent-directed study, dimana dosen berperan sebagai “coach” dalam
proses pembelajaran.
Melalui studio ini mahasiswa diharapkan memahami dan menerapkan dalam desain cara berpikir komputasional dalam proses perancangan bangunan dan lingkungan binaan. Mahasiswa mampu melakukan analisis komputasional (computational analisys) melalui desain parametrik dengan menerapkan prinsip kerja BIM (Building Information Modelling) dan menerapkan hasil analisisnya pada perancangan. Mahasiswa juga diharapkan mampu mewujudkan gagasan (ideation) penciptaan bentuk-bentuk arsitektural melalui proses parametric programming, yang diwujudkan dalam model-
model 3 dimensi yang siap dikembangkan.
Pengayaan proses experiential learning dilakukan menggunakan metode & quot;Architectural Hackathon & quot;, yakni melakukan proses perancangan arsitektur dengan metode “design sprint & quot; dimana mahasiswa secara kolaboratif maupun individual melakukan kompetisi memecahkan persoalan desain dalam waktu yang sangat terbatas. Tujuannya adalah melatih mahasiswa untuk dapat berpikir cepat dalam menghadapi persoalan desain arsitektur sehingga
diperoleh hasil rancangan yang efektif dan efisien.
Dalam SDA 2 ini mahasiswa diarahkan untuk belajar Fabrikasi Desain (Design Fabrication) dengan prinsip kerja Desain Parametrik (Parametric Design) dan integrasinya dengan pengetahuan kerekayasaan lain agar dapat dipertanggungjawabkan aspek konstruktabilitasnya. Kompleksitas
bangunan yang dijadikan sasaran proyek penugasan adalah bangunan atau kawasan dengan rupa kompleks sebagai respons terhadap kompleksitas persoalan.

Adicita Evaluasi KInerja Bangunan dan Simulasi
Mata kuliah Adicita Evaluasi Kinerja Bangunan dan Simulasi dalam kurikulum 2020 diberikan
kepada mahasiswa semester 6 dengan bobot 4 kredit. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah
breadth yang termasuk program kampus merdeka, yang ditempuh dengan prasyarat lulus Studio Desain 3. Sebagai program kampus merdeka, mata kuliah ini dapat di ekuivalensi dengan aktivitas mahasiswa diluar kampus sepanjang dapat dibuktikan mampu mencapai capaian pembelajaran yang dituju dengan memenuhi persyaratan kelengkapan dokumen sesuai mata kuliah, durasi sesuai sks dan lulus asesmen. Asesmen kelulusan mata kuliah dilakukan sesuai SPC. Sebagai mata kuliah Adicita, maka mata kuliah ini dijalankan dengan metode pembelajaran utama lokakarya terkait beberapa bahan kajian Building Performance Evaluation and Simulation, dilanjutkan dengan tahapan pendalaman bahan kajian. Tahap pendalaman dilaksanakan dengan melalui kajian kasus
yang dipilih mahasiswa menyesuaikan dengan minat masing-masing mahasiswa dengan dibimbing oleh dosen pada bidangnya.
Mata kuliah Adicita Evaluasi Kinerja Bangunan dan Simulasi ( Breadth – Building Performance
Evaluation and Simulation) ini bertujuan untuk membekali mahasiswa mampu melakukan evaluasi keberlanjutan dan asesmen risiko bangunan serta mampu mensimulasikan kinerja bangunan baik pada tahap perancangan desain bangunan maupun tahap operasional bangunan. Mampu mengevaluasi/ mensimulasikan keandalan fungsi bangunan, keandalan lingkungan bangunan, keandalan ekonomi bangunan. Mampu melakukan Building performance simulation (BPS)/ Mampu mensimulasikan kinerja bangunan, Post Occupancy Evaluation (POE), dan Green Building Concept.

Portofolio Lingkungan Binaan Inovatif
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan melakukan penelitian desain mandiri berbasis kasus. Mahasiswa dituntut untuk dapat berfikir kritis dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi berbagai isu desain.

Pendidikan Kewarganegaran
Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dijadwalkan ditempuh oleh mahasiswa pada semester 6 dengan bobot 2 sks dan merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan mengembangkan kemampuan mahasiswa sebagai warga negara dalam hal civic knowledge, civic skills, dan civic
dispositions. . Civic knowledge berkaitan dengan isi atau apa yang seharusnya diketahui oleh warga negara. Civic skills merupakan keterampilan apa yang seharusnya dimiliki oleh warga negara yang mencakup keterampilan intelektual dan
keterampilan partisipasi, sedangkan civic dispotitions berkaitan dengan karakter privat dan public dari warga negara
yang perlu dipelihara dan ditingkatkan.
Mata kuliah ini disarankan menggunakan metode reflective learning dan contextual learning . Reflective learning adalah proses pembelajaran melalui refleksi, yaitu mahasiswa merefleksikan apa yang telah dipelajarinya dengan pengalaman atau situasi yang pernah/sedang dialami oleh masing-masing mahasiswa. Contextual learning adalah proses pembelajaran melalui kontekstualisasi apa yang dipelajari dengan persoalan nyata yang terdapat di masyarakat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Inkuiri dan Riset Arsitektural
Mata kuliah ini akan memberikan pengetahuan terkait penelitian bidang arsitektur, bagaimana bersikap kritis terhadap isu-isu arsitektural dan non arsitektural dan memformulasikannya kepada pertanyaan-pertanyaan kritis untuk ditindaklanjuti ke dalam penelitian arsitektur. Selain itu pengetahuan terkait metode penelitian juga akan disampaikan melalui materi yang terkait teori-teori metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, prosedur dan teknik pelaksanaannya, serta strategi
analisis data yang dapat dilakukan. Dalam pelaksanaannya mahasiswa akan diajak melihat semesta penelitian arsitektur, kemudian mencoba menetapkan permasalahan-permasalahan bidang
arsitektur terkini untuk membuat prediksi atas solusi masalah tersebut yang disusun melalui sebuah rencana penelitian yang berkesesuaian.

Architectural Design Studio 3
Architectural Design Studio 3 diselenggarakan pada semester 7 dan ditujukan untuk mendukung pembelajaran kepada mahasiswa agar mampu mendesain bangunan dengan fungsi, struktur dan infrastruktur yang kompleks. Perancangan didekati secara khusus dengan pendekatan performance based design dan berfokus pada aplikasi teknologi maju dengan melibatkan proses pengujian dan
evaluasi kinerja bangunan pada aspek kesehatan, kenyamanan dan keselamatan serta kinerja keberlanjutan. Pembelajaran dilakukan dengan experiential learning berupa Design Technology Expose yang menuntut intensitas ekspose desain secara mendalam dan menunjukkan pula kemampuan evaluasi
simulatif menuntut ketuntasan pada kompetensi kinerja bangunan dan skill menggunakan software yang bersesuaian.
Dengan studio ini mahasiswa mendapat kemampuan sebagai berikut:
1. Menyusun rancangan proses desain dengan pendekatan performance based design untuk kasus bangunan yang harus desain.
2. Merumuskan permasalahan desain berdasarkan isu konteks lingkungan makro, meso dan keberlanjutan dan merumuskannya ke dalam variabel, parameter dan indikator kinerja bangunan yang ditargetkan dengan objek bangunan dengan fungsi, struktur dan infrastruktur yang kompleks dan sekaligus merancang cara mengujinya.
3. Mengembangkan alternatif baru rancangan bangunan dalam sitenya sebagai manifestasi
penyelesaian masalah kinerja bangunan yang akan dicapai dan membuktikannya keberhasilan bangunannya.

Adicita Permukiman dan Perkotaan
Mata kuliah ini diselenggarakan di semester 7. Breadth atau dipadankan dengan Adicita (pengayaan,
pendalaman) adalah kegiatan belajar mahasiswa secara mandiri (independent study) untuk memperkaya dan mengembangkan fokus berbasis minat mahasiswa (student centred). Mata kuliah ini bersifat wajib.
Pengetahuan yang dikembangkan adalah kemampuan memahami persoalan permukiman dan perkotaan secara luas, perencanaan yang terkait dengan skala mezo tersebut, dan mengembangkan pengetahuan pemodelan berbasis komputasi dan visualisasi data menjadi informasi yang berharga bagi perancangan. Kemampuan pendekatan sistem informasi yaitu mengumpulkan, mengelola dan
mendistribusikan data menjadi keterampilan yang dieksplorasi dalam pembelajaran. Mahasiswa juga dikenalkan pada perangkat analisis spasial, Precint Information Modelling untuk menghasilkan luaran informasi yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan pada kawasan permukiman dan perkotaan termasuk di dalamnya adalah pemahaman peraturan bangunan dan kawasan.
Pada pelaksanaannya, mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui belajar dari program studi sendiri, dari prodi lain di dalam perguruan tinggi sendiri ataupun di perguruan tinggi lain, atau program, atau aktivitas pembelajaran lain. Bentuk pembelajaran dapat berupa kelas yang didesain khusus untuk memperkaya dan mendalami sesuai topik, kelas daring,
seminar, konferensi, diskusi, atau aktivitas lain sepanjang telah memenuhi ketentuan yang
ditetapkan program studi. Durasi studi dihitung ekuivalensi sesuai kredit yang disyaratkan. Pada
proses pengambilan mata kuliah dilakukan pembimbingan oleh dosen pengampu topik, kolokium antar peserta, dan diskusi refleksi. Produk akhir perkuliahan ini adalah berupa makalah ringkas yang menunjukkan keluasan dan kedalaman topik yang dipelajari, disertai studi kasus yang diangkat oleh mahasiswa, dan sertifikat kegiatan yang telah diikuti. Asesmen dilakukan melalui asesmen formatif selama proses pembimbingan dan sumatif melalui presentasi makalah sesuai dengan capaian
pembelajaran mata kuliah dan student performance criteria yang disyaratkan.

Portofolio Archipreneurship
Mata kuliah PORTFOLIO (on Archi-preneurship) dalam Kurikulum Sarjana Arsitektur diberikan
kepada mahasiswa semester 7 dengan bobot 4 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib /wajib terbatas/pilihan yang ditempuh . Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan berupa kemampuan untuk Mampu menerapkan karakter kepemimpinan dan keteladanan di masyarakat, membuat keputusan di lingkungan kerjanya serta berinovasi untuk mengembangkan kepeloporan desain arsitektural Mampu menerapkan karakter kepemimpinan dan keteladanan di masyarakat, membuat keputusan di lingkungan kerjanya serta berinovasi untuk mengembangkan kepeloporan desain arsitektural Menguasai prinsip dasar pengintegrasian nilai keislaman pada ranah desain dan arsitektur, menjabarkan dalam konsep yang kuat, menerjemahkan dengan penguasaan sistem teknologi arsitektural yang luas, pemikiran integratif dengan isu dan konteks, dan orienta Menguasai prinsip kolaborasi antar bidang ilmu dan profesi dalam rangka menghasilkan lingkungan binaan berkuatitas yang mengutamakan keselamatan pengguna, inklusif, berkelanjutan, dan kelestarian alam.

Bahasa Indonesia dan Kritik Arsitektur
Mata kuliah Bahasa Indonesia & Architectural Criticism dalam Kurikulum Sarjana Arsitektur
diberikan kepada mahasiswa semester 8 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib / wajib terbatas/pilihan yang ditempuh. Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian
Pembelajaran Lulusan berupa kemampuan untuk menunjukkan sikap ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dengan menjalankan syariatnya dalam kehidupan sehari-hari, profesional dan menjunjung etika profesi dan etika Islam universal, serta mampu menunjukkan pandangan hidup inklusif, dapat
bergaul di masyarakat global dengan tetap mempertahankan identitas keislaman dan keindonesiaan dan independensi profesi.

Studio Akhir Desain Arsitektur
Final Architecture Design Studio ( FADS ) yang dalam Bahasa Indonesia adalah Studio Akhir Desain Arsitektur (SADA) dirancang sebagai bagian dari sistem pembelajaran dan sekaligus evaluasi komprehensif kompetensi Sarjana di Kurikulum 2020. SADA bertujuan meningkatkan kompetensi merancang berbasis riset sesuai dengan keunggulan/ excellency yang akan dipilih. Artinya,
mahasiswa diharapkan mempunyai keterampilan yang tinggi di ranah perancangan dengan melakukan riset atau kajian yang kuat untuk mematangkan rancangannya, sehingga menghasilkan rancangan yang komprehensif sesuai excellency.
Pada proses pembelajaran mahasiswa akan mengerjakan di studio secara terjadwal dan mandiri dalam kelompok pembimbingan. Dalam 1 kelompok pembimbingan akan terdiri dari 1 dosen sebagai lead supervisor yang disesuaikan dengan pilihan keunggulan mahasiswa dan 2 dosen sebagai co-
supervisor dengan bidang keahlian yang berbeda, sehingga diharapkan menghasilkan rancangan yang komprehensif. Mahasiswa
SADA memakai format produk akhir yang lazim dalam sebuah perancangan yaitu sebuah “narasi perancangan” – design report – namun bukan seperti format laporan penelitian. SADA juga merupakan proses asesmen akhir yang berbasis perancangan yaitu sebuah pameran dan bukan hanya berhenti pada “pendadaran”. Pendadaran SADA adalah bersifat internal dan merupakan verifikasi dan pembekalan agar pameran dapat optimal ketika dinilai oleh pihak eksternal.
SADA juga menerapkan evaluasi dua siklus yaitu evaluasi internal dan evaluasi eksternal oleh juri yang juga mempengaruhi penilaian. SADA adalah asesmen komprehensif maka terdapat evaluasi komprehensif yang sangat menentukan dan membagi 2 tahapan besar proses SADA yaitu “conceptual design stage” atau tahapan pengembangan desain skematik dan “design development stage” atau tahapan pengembangan desain.