Annual theme 2011: Hybridity

Annual theme 2011

hibridity                 

hy·brid

1. the offspring of two animals or plants of different breeds,varieties, species, or genera, especially as produced throughhuman manipulation for specific genetic characteristics.

2. a person or group of persons produced by the interaction orcrossbreeding of two unlike cultures, traditions, etc.

3. anything derived from heterogeneous sources, or composedof elements of different or incongruous kinds: a hybrid ofthe academic and business worlds.

http://dictionary.reference.com/browse/hybrid+

Hibrida, yang muncul dari ilmu genetika, merujuk pada spesies baru yang merupakan hasil persilangan dua spesies berbeda. Hibridasi adalah proses penyilangan itu yang menuntut kompatibilitas antar dua spesies agar mampu hidup sebagai sebuah spesies. Kelemahan dari spesies baru itu adalah ketidakmampuan untuk bereproduksi lagi.

Dalam perkembangannya hibrida dan hibridasi mengilhami banyak aspek dalam kehidupan. Ia juga memunculkan istilah yang mirip: collage, mélange, hotchpotch, montage, synergy, bricolage, creol, mestizaje, mongrelization, syncretism, transculturation, third cultures dan lain-lain (sengaja istilah di atas dipertahankan dalam Bahasa Inggris agar mudah dalam pencarian referensi). 

Dalam arsitektur, wacana hibrida ini berkembang menjadi berbagai pendekatan. Pertama adalah pendekatan dari teknologi informasi. Peter Zellner misalnya dalam bukunya Hybrid Space, New form in digital architecture menunjukkan kecenderungan hibrida ini dalam konteks mengawinkan ruang digital dengan ruang nyata, atau lebih tepatnya pemakaian software komputer untuk menghasilkan bentuk-bentuk baru. Implikasi yang lebih luas adalah upaya baik secara metaforikal dalam rekabentuk maupun upaya ‘nyata’ untuk mengintegrasikan ke dalam sistem bangunan. Apa yang dilakukan oleh Situated Technologies dan Project SiReBi misalnya adalah upaya mengintegrasikan ruang digital itu ke dalam sistem ruang.

Pendekatan berikutnya adalah hibrida dalam konteks mengawinkan sistem bangunan dengan lansekap secara total. Pendekatan seperti urban agriculture, atau bionic architecture seperti Cervera & Pioz misalnya adalah upaya untuk melibatkan proses-proses biologis ke dalam sistem bangunan. Implikasi darinya adalah penggunaan energi dan limbah yang juga diupayakan untuk mengikuti siklus-siklus alami untuk menciptakan bangunan atau lingkungan binaan yang mempunyai jejak karbon (carbon footprint ) seminimal mungkin. 

Hibrida yang sering diungkap adalah identitas. Saat ini wacana tentang “keaslian” sudah sangat sulit dimaknai. Apakah joglo asli Jawa, ataukah juga merupakan hasil interaksi dengan peradaban China misalnya adalah persoalan yang rumit dalam menelusurinya. Tetapi apakah memang perlu ditelusuri? Ataukah justru upaya untuk mencari makna dan interpretasi baru? Bagaimana joglo yang konon Jawa itu dipakai untuk bank internasional atau kantor multinasional?

Hibrida yang mungkin dijelajahi adalah dalam sistem produksi arsitektur. Kita mengenal arsitektur diproduksi dengan proses industrial yang sangat kuat. Artinya, material industri modern sangat mempengaruhi keputusan-keputusan perancangan. Namun demikian apakah teknik dan teknologi tepat guna (appropriate technologies), material non-industrial, dan vernakular memang sudah mati? Padahal teknologi ini justru berorientasi pada manusia (people centred), skala yang kecil, dengan penggunaan energi yang efisien serta dalam banyak hal sangat ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat lokal. Ataukah justru dengan pendekatan hibrida antara sistem material industri modern dan teknologi tepat guna ini mungkin bisa menjadi jalan munculnya “teknologi generasi ketiga”? 

Dengan tema tahunan ini diharapkan mata kuliah Perancangan Arsitektur (dari 3 – 7) merupakan interpretasi terhadap hibriditas ini dalam berbagai level dan pendekatan. Para Dosen Pengambu dan Pusat Studi dapat pula mengawali dengan memberikan batasan-batasan yang lebih praktis dalam proses interpretasi ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *