SEMESTER 9 SEMESTER 10
MATA KULIAH SKS MATA KULIAH SKS
Studio Arsitek Profesional 1 8 Studio Arsitek Profesional 2 8
BIM untuk Praktik Profesi Arsitek 3 Arsitek Ulil Albab 2
Etika Profesi Arsitek 3 Advokasi Desain 2
Manajemen Bisnis Arsitektur 3 Pengelolaan Proyek Terpadu 4
MATA KULIAH PILIHAN
Bentuk dan Ruang Kompleks 3
Konservasi Arsitektur 3
Teknologi Bangunan Lanjut 3
Bangunan Hijau Lanjut 3
Rancang Kota Lanjut 3
Bisnis Properti & Manajemen fasilitas 3
TOTAL KREDIT 36 SKS (WAJIB+PILIHAN)

Studio Arsitek Profesional 1

Merupakan mata kuliah utama Prodi Profesi Arsitek UII dalam Kurikulum 2020. Mata kuliah ini berbobot 8 sks yang bersifat wajib bagi mahasiswa semester sembilan dan berbentuk studio. Studio Arsitek Profesional disampaikan melalui block system delivery, yaitu 5 (hari) X 6 (jam) X 12 (minggu) = 360 jam (satu paket blok).
Mata kuliah ini merupakan pengakhiran dalam rangkaian mata kuliah yang membekali keilmuan praktek desain arsitektur bagi mahasiswa calon Arsitek. Secara umum, mata kuliah ini memberikan pembelajaran praktek merancang bangunan pada kasus nyata dengan kualifikasi bangunan beresiko sedang dan kompleksitas fungsi sedang.
Mata kuliah ini menitik beratkan pada desain sebagai ketrampilan dasar kepemimpinan praktek profesi arsitek (Design for Architect Profession), secara khusus pada aspek partisipasi dalam desain (participatory design). Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa dalam merancang bersama pihak lain (klien/komunitas/masyarakat/stakeholder) dan menekankan tentang bagaimana peran arsitek di masyarakat dalam mengelola komunikasi dan koloborasi yang efektif dalam merancang,guna mewadahi kepentingan pemilik dan pengguna, dalam wujud rancangan yang memiliki relasi terhadap faktor non arsitektur (sosial/ekonomi/kultural/politik).

BIM untuk Praktek Profesi Arsitek

Merupakan perkuliahan yang mengkombinasikan metode pembelajaran berbasiskan teori dan Hands-On practice
(Experiental learning) dan bersifat wajib.Mata kuliah ini merupakan level lanjutan dari mata kuliah BIM untuk Desain Arsitektur pada semester 2, kemudian dilanjutkan proses integrasinya kedalam mata kuliah studio perancangan dan mata kuliah spesifik lain di semester 3 sampai 8. Sehingga implementasi BIM sebagai suatu metode berbasiskan pengelolaan data menjadi informasi dalam model digital adaptif menjadi kultur yang melekat pada setiap proses perancangan. Mata kuliah ini berbobot 3 SKS, menggunakan sistem blok, berdurasi 6 jam untuk per sesi (hari) , di delivery selama 4 minggu (tiap minggu 5 sesi, tiap minggu 29, 75 jam pelajaran, total 119 jam pelajaran, 14 sesi di studio BIM, ditambah 2 sesi untuk UTS dan UAS)

Fokus perkuliahan diarahkan pada proses implementasi BIM sebagai metode untuk menunjang praktek profesional
Arsitek, mulai dari persiapan administrasi, infrastruktur, penataan workflow (alur kerja), tim kerja, roles (aturan dan
diskripsi pekerjaan), standar dan protokol, validasi data model, hingga manajemen dokumen dalam berbagai fase
perancangan.

Dengan goal mahasiswa mampu mengimplementasikan BIM pada proses perancangannya di level Full Coordination
(BIM Collaboration level 3rd JArsUIIAIS)

Etika Profesi Arsitek

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai etika profesi arsitek,dan hak serta kewajiban seorang arsitek, khususnya dari pedoman asosiasi arsitek indonesia atau IAI, dan untuk memberikan pemahaman mengenai peraturan bangunan serta standar praktek arsitek.
Pembelajaran dilakukan dengan dominasi active learning melalui penugasan grup kecil untuk mengelaborasi topik yang dibicarakan dengan kasus nyata di lapangan melalui selancar data kasus dengan media digital. Pada topik tertentu, penugasan besar dilakukan secara target bertahap dan mahasiswa melalukan belanja pengetahuan melalui presentasi hasil pekerjaan tugas grup lain.

Manajemen Bisnis Arsitektur

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk manajemen bisnis arsitektur dan karakter kepemimpinan dan keteladanan dalam mengelola manajemen bisnis arsitektur yang bermartabat.
Pembelajaran dilakukan dengan dominasi active learning melalui penugasan grup kecil untuk mengelaborasi topik yang dibicarakan dengan kasus nyata yang diberikan oleh para pelaku bisnis arsitektur. Pada topik tertentu, penugasan besar dilakukan secara target bertahap dan mahasiswa melalukan belanja pengetahuan melalui presentasi hasil pekerjaan tugas grup lain.

Studio Arsitek Profesional 2

Merupakan mata kuliah utama Prodi Profesi Arsitek UII dalam Kurikulum 2020. Mata kuliah ini berbobot 8 sks yang bersifat wajib bagi mahasiswa semester sepuluh dan berbentuk studio. Studio Arsitek Profesional 2 disampaikan melalui block system delivery, yaitu 5 (hari) X 6 (jam) X 12 (minggu) = 360 jam (satu paket blok).
Mata kuliah ini merupakan pengakhiran dalam rangkaian mata kuliah yang membekali keilmuan praktek desain arsitektur bagi mahasiswa calon Arsitek. Secara umum, mata kuliah ini memberikan pembelajaran praktek merancang bangunan pada kasus nyata dengan kualifikasi bangunan beresiko sedang dan kompleksitas fungsi sedang.
Mata kuliah ini menitik beratkan pada desain sebagai ketrampilan dasar kepemimpinan praktek profesi arsitek (Design for Architect Profession) yang melibatkan multidisiplin dalam tim perencana (Design Leadership in Multidisciplinary Team).
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk dapat membangun gagasan dan merancang bangunan bersama disiplin ilmu enjinering lainnya sehingga menghasilkan desain dengan sistem bangunan yang terintegrasi dengan baik. Hasil rancangan mempertimbangkan Building Code and Building Regulation, kendala site faktual dan biaya yang terbatas dalam norma kewajaran.

Arsitek Ulil Albab

Mata kuliah Ulil Albab Architect akan ditempuh oleh mahasiswa prodi profesi arsitek pada akhir masa pembelajaran dengan bobot 2 sks dan merupakan mata kuliah wajib dengan tanpa prasyarat. Mata kuliah ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk dapat memahami dan merefleksikan konsep insan ulil albab dan artikulasinya dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara secara lebih mendalam, serta mengambil pelajaran dari pemikiran para cendekiawan muslim, keteladanan para tokoh pendiri UII, serta pembangunan pemikiran dan peradaban Islam masa kini dan masa depan.
Metode pembelajaran mata kuliah ini harus menggunakan metode reflective learning dan contextual learning. Reflective learning adalah proses pembelajaran melalui refleksi, yaitu mahasiswa merefleksikan apa yang telah dipelajarinya dengan pengalaman atau situasi yang pernah/sedang dialami oleh masing-masing mahasiswa. Contextual leaning adalah proses pembelajaran melalui kontekstualisasi apa yang dipelajari dengan persoalan nyata yang terdapat di masyarakat baik secara lokal, nasional, maupun internasional.

Advokasi Desain

Mata kuliah Design Advocation dalam Kurikulum Pendidikan Profesi Arsitek diberikan kepada mahasiswa semester 10 dengan bobot 2 sks. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib . Mata Kuliah ini bertujuan untuk mendukung Capaian Pembelajaran Lulusan berupa kemampuan untuk menguasai prinsip kolaborasi antar bidang ilmu dan profesi dalam rangka menghasilkan lingkungan binaan berkuatitas yang mengutamakan keselamatan pengguna, inklusif, berkelanjutan, dan kelestarian alam Menguasai prinsip kolaborasi antar bidang ilmu dan profesi dalam rangka menghasilkan lingkungan binaan berkuatitas yang mengutamakan keselamatan pengguna, inklusif, berkelanjutan, dan kelestarian alam.

Pengelolaan Proyek Terpadu

Merupakan perkuliahan yang mengkombinasikan metode pembelajaran teori, Hands-On practice dan praktik di lapangan (Experiental learning). Mata kuliah ini bersifat wajib. Mata kuliah ini berbobot 4 SKS, menggunakan sistem blok, berdurasi 7 jam tiap minggunya. Fokus pembagian pada 2 Minggu pertama untuk teori Project Delivery Methods, 5 minggu berikutnya untuk hand-ons practice BIM for IPD, blended dengan proses observasi dan praktik lapangan di proyek nyata terpilih. Total durasi selama 7 minggu. Fokus perkuliahan diarahkan pada rangkaian integrasi antar stakeholder, sistem struktur dan proses bisnis dalam sebuah platform kerja kolaboratif untuk mengoptimalisasikan hasil proyek, meningkatkan value bagi owner, mengurangi waste, dan memaksimalkan efisiensi sepanjang fase proyek konstruksi yang dimulai dari fase definisi strategis (strategic definition) hingga ke fase serah terima (handover). Dalam IPD, BIM memiliki peran penting sebagai hub dan metode untuk menjamin kualitas data serta proses pertukaran informasi antar stakeholder untuk mencapai tujuan proyek (BIM Collaboration level 4th UIIJARs AIS, Full Integration).