Problem Statement and Initial Idea in Architecture – Integrated Design Studio


Untuk ketiga kalinya kelas Integrated Design Studio menyelenggarakan Kuliah Umum yang dihadiri lebih dari 160 orang. Untuk tema kali ini adalah “ Problem Statement and Initial Idea in Architecture “ dengan pembicara Assist. Prof. Ahmad Saifudin Mutaqi, IAI., AA dan dipandu oleh Assist. Prof. Rini Darmawati, Ir., M.T.

Ahmad Saifudin Mutaqi membuka materi dengan kelekaran bahwa inisiatif idea biasanya harus muncul dari diri sendiri makanya kita picu dengan kuliah umum ini. Menurut Ahmad Saifudin “Problem yang kita pahami selama ini adanya konflik antara Supply dan demand. Tapi di dalam arsitektur tampaknya bukan semata-mata tentang supply dan demand, jadi mungkin bisa melihat lebih komprehensif”.

“Apa yang menjadi rumusan-rumusan yang akan kita formulasikan adalah dalam kerangka menjawab problematikan yang dihadapi untuk kehidupan dimasa yang akan datang.” lanjut Ahmad Saifudin menjelaskan apa itu permasalah arsitektur. Jika konsep itu menjadi orientasi dan keunikan itu adalah salah satu cara bagaimana itu bisa menjadi satu formula untuk menjawab problematika yang dihadapi, maka konsep arsitektur itu sudah sejak awal kita rumuskan meskipun dalam rangka menjawab problematika masa depan.

Dalam kesempatan ini Rini Darmawati selaku Host, memberikan apresiasi kepada Public Lecture IDS yang memberikan dampak besar pada desain-desain hunian yang mahasiswa buat sejak Public Lecture pertama digelar. “Ternyata mahasiswa mengerjakan tugasnya bisa menemukan (desain) rumah yang unik-unik yang tidak saya bayangkan.” tutur Rini Darmawati.
Assist. Prof. Hanif Budiman, MT yang merupakan salah satu dosen yang pengampu di mata kuliah IDS ini juga membenarkan peryataan Rini Darmawati. Ia menambahkan, “ tidak ada yang salah dengan ide dan mulai dari mana saja untuk desain.”

Dalam sesi Tanya jawab, ada pertanyaan dari peserta yang menanyakan “Bagaimana menyelesaikan konflik perancangan ketika rancangan ideal terbentur peraturan daerah?” Ahmad Saifudin menjawab, “Bila kita bicara building code dan building regulation, maka sejatinya code and regulation itu adalah requirement. Requirement itulah yang memunculkan gagasan-gagasan kita. “ gagasan-gagasan tersebut muncul bukan ditengah ruang yang kosong, tetapi bagaimana konteks tadi memunculkan adanya problematika lalu gagasan yang muncul dalam rangka menyelesaikan problematika tadi.

Link YouTube

Noor Cholis Idham Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur Pertama di UII


Noor Cholis Idham, S.T., M.Arch., Ph.D. menyandang gelar Guru Besar Bidang Ilmu Arsitektur yang pertama di lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII). Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Kenaikan Jabatan Akademik Profesor diserah terimakan secara langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Akt., di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. dr. M. Sardjito, MD., MPH., Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang Km. 14,5 dan disiarkan secara daring di laman YouTube UII (Selasa, 9/3). Tercatat hingga saat ini, UII telah memiliki 22 dosen dengan jabatan akademik profesor.

Rektor UII Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D., menyampaikan menjadi guru besar tidak dapat dialami semua dosen. Sebab, dari 291.623 dosen yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang tersebar di 4.611 perguruan tinggi hanya 5.364 yang mempunyai jabatan akademik guru besar alias hanya 1,8% nya. “Meski dari sisi cacah, guru besar adalah kalangan terbatas, namun tidak boleh bersikap elitis,” tegas Fathul Wahid.

Terbatasnya profesor, memunculkan banyak harapan publik digantungkan kepada pemegang jabatan akademik ini. Seorang guru besar jangan sampai lupa dengan tugas utamanya dalam pengembangan ilmu, tetapi ilmunya pun harus diajarkan dan disebarkan kepada publik. Jabatan apapun yang diembannya jangan sampai menjadi alasan untuk berhenti mengembangkan diri, meneliti, dan menulis.

“Narasi alternatif untuk meluruskan yang bengkok dan melengkapi perspektif, sangat ditunggu lahir dari para guru besar. Saya yakin, komunitas akademik dan bahkan publik bersepakat untuk ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Rektor UII menambahkan bahwa terasa indah dan melegakan ketika nama seorang peneliti atau penulis muncul di sebuah publikasi. Tetapi menurutnya bukan itu esensi publikasi. Publikasi dalam beragam bentuknya adalah ikhtiar untuk berkontribusi ke dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Seoarang profesor tidak lantas merasa berhak mengasingkan diri dan hidup di menara gading, tetapi justru sebaliknya, harus tetap membumi dan terlibat dalam banyak aktivitas akademik serta pemecahan masalah nyata di lapangan.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Drs. Suwarsono Muhammad, M.A., menyatakan pencapaian Noor Cholis Idham sangat tepat dengan momentum Milad UII dan momentum pandemi. Wabah Corona yang dianggap sebagai masa sulit, namun UII berhasil melahirkan terobosan baru yakni profesor pertama arsitektur. “Ini termasuk capaian yang tidak ter-imajinasikan,” ujarnya.

Didi Achjari menyampaikan ucapan selamat kepada Noor Cholis Idham dan keluarga besar UII atas SK guru besar di bidang arsitektur yang diperoleh. Menurutnya, ini sebagai bukti bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Terlebih jurusan arsitektur UII telah didirikan sejak tahun 87 atau sudah 33 tahun, saat ini semakin berkiprah luas. “Indonesia butuh orang berpendidikan. Dan harapannya penemuan sang guru besar nantinya tidak hanya dipublikasikan di media terkenal namun juga bermanfaat buat orang lain dan memperbaiki perekonomian negeri ini,” harapnya. (c)uii.ac.id

Public Lecture Integrated Design Studio :Rural-Urban Context in Architecture


Integrated Design Studio pada Kamis 4 Maret 2021, kelas Integrated Design Studio (Jurusan Arsitektur, UII) menghadirkan kembali Online Public Lecture dengan tema Rural-Urban Context in Architecture. Public Lecture yang berdurasi satu jam ini menghadirkan Assoc. Prof. Fajriyanto. Ir., MT sebagai pembicara.

”Konteks merupakan suatu setting atau karakter dari suatu area dimana proyek itu akan di tempatkan. Ini menyangkut sumber daya alam, sejarah manusia, bentuk dari pemukiman, bangunan dan ruang.” Fajriyanto menjelaskan pengertian dasar konteks dalam arsitektur. Menurut Fajriyanto, konteks juga mencangkup manusia yang hidup disekitar site atau area. Seorang arsitek harus paham bagaimana posisi pembangunan dan bagaimana seharusnya arsitek meletakan rancangan bangunannya. Karena konteks memang krusial.

Dalam kesempatan kali ini, Assist. Prof. Hanif Budiman, MT selaku host pada public lecture tersebut menegaskan, “Rural dan Urban di dalam kurikulum ini bukan pilihan yang bebas. Benar-benar di daerah Rural, daerah yang sangat alami, atau di daerah Urban, di tengah kota. Jadi terminologi di desa-kota sekarang berkembang.”ungkap Hanif Budiman.

Fokus kita pada penerjemahan konteks yang menyatukan natural, culture dan esthetic sesuai dengan frame IDS, yang sesuai ToR tema-tema sharing space menjadi pokok permasalahan yang diselesaikan. “Jadi kita tidak akan mendesain rumah yang hanya ditempati orang yang tidak peduli dengan lingkungannya, sebagian ruang kita harus share untuk mengantisipasi kehidupan baru di masa depan.” pungkas Hanif Budiman.

Public Lecture Integrated Design Studio: Architecture & New Type of Living

Perkuliahan semester genap 2020/2021 sudah dimulai sejak 1 Maret 2021. Dimasa pandemi seperti saat ini, pembelajaran dalam jaringan atau online masih menjadi metode yang digunakan pada umumnya. Begitu pula untuk mata kuliah Integrated Design Studio (IDS) diawali dengan Public Lecture yang diselenggarakan secara online via Zoom dan Live Streaming di kanal Youtube Department of Architecture Universitas Islam Indonesia pada tanggal 2 Maret 2021 pukul 13.00 WIB.

Kuliah umum dengan tema ” Architecture & New Type of Living ” diikuti lebih dari 170 mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Arsitektur UII, alumni dan akademisi dari luar UII. Dalam kesempatan kali ini, Agung Rudianto, IAI., GP menjadi narasumber. Praktisi arsitek sekaligus alumni UII tersebut berbagi ilmunya selama acara berlangsung.

Kuliah Umum dibuka oleh Assist. Prof. Hanif Budiman, MT dengan menjelaskan Lembar Penugasan atau Student Performance Criteria (SPC). Dilanjutkan dengan pekenalan secara singkat curriculum vitae Agung Rudianto, selaku narasumber dalam kuliah umum ini. Agung Rudianto merupakan founder Studio deAMAYA, serta Associate arch PT. PDC ID.

“Bagaimana kita menghayati bahwa rumah, hunian, tempat tinggal atau selter dan sebagainya, sehingga desain yang sudah kita rancang seaktraktif mungkin tersebut dapat dijiwai?”, Agung Rudianto membuka kuliah umum siang itu. “Pentingnya rujukan desain seperti apa, bukan hanya apa yang sedang IN, lebih jauh dari itu kita mendalami apa itu aturan, apa itu keseharian, apa itu anthropometri”, imbuh Agung Rudianto.

Dalam kuliah umum tersebut, Agung juga mempersentasikan beberapa hasil karya artsiteknya sebagai refrensi untuk para peserta kuliah umum. Diakhir sesi, beberapa pertanyanya dilontarkan para peserta yang begitu antusias dengan presentasi dan karya-karya Agung Rudianto.