Pengalaman Anna Rulia (Alumnus) Sekolah di Saxion University

Jurusan Arsitektur saat ini mengembangkan kerjasama dalam bentuk Dual Degree dengan Saxion University, Negeri Belanda, utamanya pada program Bachelor of Urban Design. Untuk memberi gambaran singkat bagaimana sekolah di Universitas tersebut, salah seorang alunus Arsitektur UII, Anna Rulia, memaparkan pengalamannya. 


Saya sangat senang akhirnya ada kerjasama antara Saxion dengan UII. Bukan masalah prestise, tapi pengalaman belajar di luar negeri serta kemandirian itulah yang penting. Selain tentu saja, sekolah di LN akan menbuka network-network yang amat berguna di masa depan. Saxion sendiri merupakan salah satu university of applied sciences terbesar di Belanda dengan kampus yang tersebar di tiga kota yakni Apeldoorn, Deventer dan Enschede. Saya adalah alumni Saxion untuk program master in urban and regional planning yang sayangnya untuk sementara ditutup () mungkin krn krisis ekonomi yang melanda Eropa dalam beberapa tahun ini. But that’s OK …. Tapi tetap semangat ya…Balik lagi tentang sekolah tadi, apa aja yang musti disiapkan sebenarnya. 

Pertama tentu saja musti apply ke program yang dituju. Jawaban diberikan dalam waktu yang bervariasi, jadi saat mengisi pintar-pintarlah ‘menjual’ potensi yang ada di diri kita. Kalau bias selalu kaitkan focus studi dengan isu yang memang menjadi concern saat ini yaitu sustainable development dan climate change. Selain itu bahasa Inggris juga penting karena Saxion tidak menerima calon student dengan IELTS di bawah 6.5. lalu, biasanya mereka juga belakangan minta sertifikat IELTS aslinya untuk dikirim sebagai hardcopy, jadi jangan lupa punya legalized copy yang banyak sebelum dikirim hehehe.

Beasiswa

Seiring krisis (lagi) pilihan beasiswa juga jadi lebih terbatas. Dulu ada Huygen Scholarship Programme (HSP) untuk menempuh final year dapat dicoba jika nilai student di atas rata-rata (>75%). Sebagai gantinya sekarang ada beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) kedua program baik urban planning maupun urban design Saxion memiliki kerjasama dengan OTS. Selanjutnya dapat dilihat di website http://www.nesoindonesia.or.id. Dari kemendiknas sendiri ada beasiswa unggulan yang dapat dilihat di websitenya.

Sistem perkuliahan

Tatap muka berupa kuliah di kelas berupa penyampaian materi dan diskusi. Be on time yaaa…karena terlambat lima menit di Belanda adalah sesuatu yang tidak sopan dan itu juga bagian dari penilaian kita nantinya. Student juga diharapkan untuk sangat aktif di kelas. Normal untuk menjadi inferior di awal tapi lama-lama jika sudah beradaptasi itu akan berubah dengan sendirinya. Secara kemampuan mahasiswa Indonesia tidak kalah kok. Buktinya kompetisi urban desain 2010 dan 2011 di Belanda dimenangkan oleh mahasiswa Saxion dari Indonesia!

Ekskursi

Ini yang paling saya suka dari Saxion karena punya banyak ekskursi baik keliling Belanda maupun Eropa. Gratis pula! Dari pertama kali datang sudah diajak ekskursi ke Venesia-nya Belanda yang merupakan taman nasional dengan arsitektur tradisionalnya yang lestari. Sebagai university of applied sciences memang Saxion relevan menunjukan aplikasi-aplikasi dari teori di kelas dalam konteks yang nyata.

Group work

Salah satu tujuan dari tugas ini adalah membina kemampuan mahasiswa untuk bekerjasama. Jadi kepercayaan diri amat penting agar kita dapat bergabung dan membentuk grup yang bagus. Tugas grup biasanya diikuti dengan presentasi dan diskusi kelas.

Internship

Dilakukan di akhir perkuliahan dan akan menjadi bahan untuk final project. Biasanya student dibayar dalam hal ini. Deventer sendiri meskipun kota kecil tapi merupakan kantor pusat untuk konsultan-konsultan planning dan urban design yang besar. Jika sampai waktu yang ditentukan belum menemukan tempat untuk internship biasanya kampus akan membantu.  

Tugas

Tugasnya amat banyak baik berupa paper work, group work, final exam, presentation, discussion, dan oral exam. Jadi pintar-pintarlah membagi waktu dan perhatian. Yang perlu diperhatikan bagaimana membuat report dalam bahasa Inggris yang baku, jadi banyak-banyak baca jurnal yang bisa didownload dari akun pribadi di e-bibliotheek saxion. Lalu, jangan sekali-kali mebuat tugas berdasarkan system copas alias copy and paste terutama dari situs-situs internet karena semua akan terlacak dan jika diumumkan di kelas tugas kita termasuk yang fraud…wahhh enggak banget ya? Pokoknya jangan bikin malu Indonesia

Asistensi

Nah untuk ini asistensi terutama untuk tatap muka aturlah jadwal dengan dosen. Orang Belanda terkenal dengan ketatnya mereka mengatur jadwal karenanya mereka amat tergantung dengan agenda mereka. Jadi, buat janji dan jika sudah mendapat jadwal jangan molor yaa karena mereka selalu menepati jadwal tersebut.

Lain-lain: Host family

Ini merupakan programnya IO alias international Office kampus yang memperkenalkan internasional student dengan keluarga-keluarga di Belanda. Gak semua kampus pny program ini lhooo…. Jadi keluarga-keluarga itu secara sukarela menawarkan diri menjadi host family bagi para student. Secara berkala akan diadakan gathering baik bagi masing-masing hosfam maupun gathering massal dengan seluruh hosfam dan saxion. Kebanyang kan ramenya!

Ibadah

Orang Belanda sudah terbiasa melihat orang Indonesia dan memahami kebiasaan ibadah kita. Jadi tidak perlu takut misalnya untuk tetap berjilbab dan beribadah. Di kampus juga ada praying room dan masjid juga dapat dicapai dengan bersepeda dari kampus. Paling hanya waktu ibadah yang berbeda terutama di bulan ramadhan.

Welcoming party dari Gemeente

Ini juga Cuma Deventer yang punya. Jadi acara khusus yang diadakan oleh gemeente Deventer menyambut warga baru alias para student. Dan walikota yang ramah itu akan membukakan sendiri pintu untuk para tamunya! Acaranya keliling kota dan dijelaskan tentang sejarahnya. Dilanjutkan dengan presentasi program mereka dan ditutup dengan makan-makan. Jangan khawatir ya, selalu saja ada pilihan makanan yang halal karena orang Belanda sudah mahfum dengan hal ini.

PPI

Gabung ya di PPI, selain buat silaturahim juga buat bantu-bantu jika kita ada masalah. PPI juga banyak kegiatan yang dapat diikuti yang dijamin dapat sedikit mengurangi homesick. Selain PPI, Belanda diuntungkan dengan banyaknya keluarga Indonesia yang bermukim di sana. Utamanya Deventer, orang-orang Indonesia di sana benar-benar sudah seperti keluarga sendiri yang sungguh ringan tangan membantu student.

Jalan-jalan

Wah ini dia! Rugi kalo gak jalan-jalan secara Belanda berada di tengah-tengah Eropa. Buat kartu diskon untuk kereta agar dapat diskon 40% (tapi jangan lupa matiin kartunya kalo sudah pulang supaya gak didenda). IO sendiri biasanya juga memiliki jadwal jalan-jalan bagi international students dengan harga murah meriah termasuk ke Keukenhof yang terkenal itu. Yang pastinya, jangan sampai jadwal jalan-jalan mengganggu kuliah anda ya, study hard and play hard! 

OK itu dulu dari saya sebagai alumni UII yang pernah berada di sana. For more info dapat PM saya di [email protected] atau di FB saya. Sukses ya!

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply