Carinthia, sebuah negara bagian di Austria mengeluarkan peraturan yang melarang pembangunan masjid, menara-menara dan bangunan lain yang arsitekturnya mirip dengan arsitektur Islam. Negara bagian ini menilai arsitektur Islam sangat jauh berbeda dengan gaya arsitektur wilayah Carinthia yang bernuansa tradisional.

Pemerintahan setempat mencontohkan gaya arsitektur yang merupakan ciri wilayah Carinthia, antara lain gedung biara St. Paul di Lavanttal, gereja Kathedral Gurk dan Istana Hoschoterwitz. Gedung-gedung inilah, menurut pemerintah wilayah Carinthia, yang menjadi daya tarik bagi para turis di samping obyek wisata danau dan permainan ski.

 

Penggagas aturan yang melarang bangunan bernuansa Islam adalah Menteri Urbanisasi Carinthia, Uwe Scheuch, yang juga anggota partai politik Masa Depan Austria yang beraliran kiri. Berdasarkan aturan itu, sebuah komisi khusus dibentuk untuk menilai apakah bangunan yang akan dibangun sesuai dengan gaya arsitektur yang ada di Carinthia. Jika tidak sesuai, komisi itu berhak menolak permohonan proyek pembangunan itu.

 

Makin meningkatnya populasi Muslim di Austria, menjadi salah satu munculnya sentimen anti-Islam di negeri itu. Di Vorarlberg, salah satu negara bagian Austria yang jumlah warga Muslim paling banyak, juga berlaku larangan mendirikan bangunan yang ada menara, seperti masjid. (ln/Islamicity)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *