Mengawali kegiatan akademik Semester Genap 2015/2016, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Program Studi Arsitektur Universitas Islam Indonesia menggelar pertunjukan teater berjudul “ARIADNE”  pada Jumat, 24 Jumadil-Awwal 1437 H / 4 Maret 2016. Pentas teater yang digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta dan dihadiri sekitar 200 penonton. Tampak hadir beberapa dosen arsitektur pada acara ini SekProdi Arsitektur, Ir. Rini Darmawati, MT. dan Syarifah Ismailiyah Al Athas ,ST., MT.

Pentas ini begitu istimewa karena naskah yang dipilih merupakan naskah yang dianggap sakral, karena terus menerus mengalami penundaan untuk dipentaskan pada tiap kepengurusannya. Naskah “ARIADNE” adalah tulisan dari Hella S. Hasse (1918 – 2011) sastrawan dari belanda, yang menceritakan cerita rakyat Yunani tentang dewa Minotaurus yang sedikit dipuntir oleh beliau. Bersudut pandang dari putri sulung raja kreta yang bernama Ariadne, sifatnya yang keras dan kritis berujung pada pertanyaan kenapa ayahnya menguasai rakyat dan bahkan negara lain dengan suatu kebohongan yang cerdik, yaitu menciptakan sebuah mitos dewa yang bernama Minotaurus. Raja kreta bahkan mengharuskan dikirimnya korban manusia kedalam gua, konon tempat tinggalnya Minotaurus agar kebohongan yang ia buat menjadi terlihat nyata.

Army Wiratama selaku sutradara mengatakan “Naskah Ariadne adalah naskah sulit, selain durasi yang mencapai 2,5 jam penggunaan kosakata di era 1950an menjadi pertimbangan untuk dipentaskan.” Memang beberapa dialog penting di naskah lalu disampaikan secara musikalisasi dan menggunakan simbol – simbol agar mengurangi kejenuhan kata. Adegan terakhir contohnya, saat ariadne ditinggalkan sendirian disebuah pulau oleh saudari dan suaminya karena ia mengejar kebenaran, disampaikan melalui sebuah musikalisasi puisi yang dinyanyikan langsung oleh sang aktor.
Selain itu yang membuat pentas ini istimewa adalah kolaborasi dari seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) jurusan Arsitektur. Edi Jaka Pasaribu selaku Ketua Tim Produksi dan Ketua 7 garit yang ke 12 mengungkapkan bahwa memang langka kesempatan untuk semua UKM melebur jadi satu, SAKAREPE creative percussion, Komunitas Musik Arsitektur (KMA), Komunitas Fotografi  dan sinematografi (KOSFORMAT) dan Installation Art.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *