Arsitektur yang pada esensinya bersifat porous, memungkinkan adanya beberapa entri dari disiplin ilmu lain serta kelompok bidang keahlian untuk dikolaboratifkan. Multidisplin inilah yang digunakan Jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia sebagai salah satu cara kreatif dalam menyelesaikan permasalahan serta mendorong adanya penemuan kemungkinan-kemungkinan baru di dunia arsitektur. Tidak hanya itu, upaya multidisiplin ilmu ini juga merupakan bagian dari rekayasa lingkungan binaan secara utuh.

Multidisplin ini diwujudkan Jurusan Arsitektur melalui desain studi (research design) yang menghasilkan pusat studi yang variatif, sensitif serta responsif terhadap gejala-gejala yang diekspresikan dunia saat ini. Disintegrasi sosial, kepadatan penduduk, kaum marjinal, sistem ekologi, perubahan iklim, peningkatan kemutakhiran teknologi, minimalnya persentase lahan terbuka hijaupun turut menjadi fokus perhatian dan dirumuskan dalam pencarian solusi permasalahan oleh Jurusan Arsitektur dalam pusat studinya. Diharapkan dengan menjawab tantangan global saat ini melalui penggunaan pendekatan pusat studi dalam riset dan perancangan dapat dicapai masa depan yang lebih ‘manusiawi’ dan lingkungan binaan yang selaras.

Hasil rumusan yang telah dilakukan Jurusan Arsitektur melalui pusat-pusat studi diantaranya:

Beberapa pusat studi tersebut diantaranya telah diperkenalkan Jurusan Arsitektur melalui seminar reguler, diskusi formal dan non-formal, mata kuliah Perancangan Arsitektur serta pada Tugas Akhir. Sedangkan, untuk mendorong adanya penyebarluasan gagasan ilmiah dalam berbagai pusat studi, Jurusan Arsitektur telah menciptakan Jurnal Pendidikan Arsitektur (JPA) sebagai wadah diskursif untuk kelompok penelitian, kuliah, tutor dan mahasiswa. Menurut Ketua Jurusan Arsitektur, Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika IAI, JPAI berusaha menghubungkan dunia pendidikan dengan ilmu membangun (building science) serta praktek arsitektur dengan pendekatan multikultural dan partisipatif.

CSD: Center for Socius Design.
CREATE: Center for Sustainable Real Estate.
SUSBEC: Sustainable Built Environment Centre
CITAR: Center for Islamic and Nusantara Traditional Architeture
C-GUS: Center for Green Urban Studies
CAABTES: Center for Architectural Appropriate and Building Technologies.
CEETS: Center for Environmental Engineering and Technologies Studies.

Disusun oleh : Arini Yuliandari

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *