Kategori untuk menampung artikel-artikel yang sifatnya berita, dari seluruh elemen jurusan arsitektur, dan untuk membedakannya disarankan menggunakan fitur tag untuk artikel, (misal : kategorinya tetap news, tag-nya bisa bermacam-macam seperti PPAr, MArs, Tugas Akhir, dsb. )

Pameran Arsitektur FTSP UII

TEMA: Architecture for All

PENYELENGGARA

Laboratorium Perancangan Trash.Arsitektur Universitas Islam Indonesia

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

Waktu : 29 Agustus – 4 September 2006

Tempat : Hall FTSP UII

 

AGENDA KEGIATAN

1. Pameran Karya Mahasiswa Trash.Arsitektur UII 2. Pameran Karya Dosen Trash.Arsitektur UII 3. Pameran Unit-unit Usaha di FTSP UII 4. Pameran Produk yang berkaitan dengan Trash.Arsitektur 5. Diskusi Trash.Arsitektur 6. Pemutaran film Trash.Arsitektur

 

KETERANGAN KEGIATAN

Pameran Karya Mahasiswa Trash.Arsitektur UII

  • Panel Stupa (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7), Perancangan Tapak (1 dan 2), Lansekap, mata kuliah pilihan (Perumahan, Waterfront Building, Perancangan Ergonomis, Urban Desain, dan Trash.Arsitektur Bioklimatis) dan Simulasi Komputer.
  • Panel Dokumentasi Stupa (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7).
  • Panel Struktur.
  • Maket Stupa (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7).
  • Maket Struktur dari mata kuliah KBG (1, 2) serta Perancangan Struktur dan Konstruksi (1, 2, 3, 4).

Pameran Karya Dosen Trash.Arsitektur UII

  • Ir. Sugini, MT
  • Ir. Ilya F. Maharika,MA.
  • Yulianto P. Prihatmaji, M.Arch
  • Arif B Sholihah, ST, MSc

Unit Pendukung FTSP

  • Autodesk Training Center (ATC)
  • Posko Jogja-Jateng Archquick Response UII
  • Lembaga Bantuan Trash.Arsitektur
  • Laboratorium Teknologi Bahan

Produk yang Berkaitan dengan Trash.Arsitektur

  • Apple Indonesia
  • Gramedia (Majalah IDEA, National Geographic Indonesia)

 

DISKUSI

  • Architecture For All. Pembicara : LBA UII, Posko JJAR, Ir. Eko Prawoto, M.Arch dan Mahasiswa relawan
  • Computer Aided Desain dan Masa Depan Profesi Arsitek. Pembicara : Autodesk Indonesia dan ATC UII
  • Twiki. Pembicara : Ir. Ilya F Maharika, M.Arch
  • Apple dan Grafis Trash.Arsitektur. Pembicara : Apple Indonesia

Waktu : 13.00 – 15.00 WIB Tempat : Hall FTSP-UII

 

Pemutaran Film Trash.Arsitektur

Pemutaran film Trash.Arsitektur dengan judul:

  • Pyramid: Beyond Imagination, BBC London
  • Leonardo: The Man Who Wants to Know Everything, Discovery Channel
  • My Architect

Waktu : 13.00 ? 15.00 WIB Tempat : Hall FTSP-UII

Negara Carinthia, Larang Bangunan Bergaya Arsitektur Islam

Carinthia, sebuah negara bagian di Austria mengeluarkan peraturan yang melarang pembangunan masjid, menara-menara dan bangunan lain yang arsitekturnya mirip dengan arsitektur Islam. Negara bagian ini menilai arsitektur Islam sangat jauh berbeda dengan gaya arsitektur wilayah Carinthia yang bernuansa tradisional.

Pemerintahan setempat mencontohkan gaya arsitektur yang merupakan ciri wilayah Carinthia, antara lain gedung biara St. Paul di Lavanttal, gereja Kathedral Gurk dan Istana Hoschoterwitz. Gedung-gedung inilah, menurut pemerintah wilayah Carinthia, yang menjadi daya tarik bagi para turis di samping obyek wisata danau dan permainan ski.

 

Penggagas aturan yang melarang bangunan bernuansa Islam adalah Menteri Urbanisasi Carinthia, Uwe Scheuch, yang juga anggota partai politik Masa Depan Austria yang beraliran kiri. Berdasarkan aturan itu, sebuah komisi khusus dibentuk untuk menilai apakah bangunan yang akan dibangun sesuai dengan gaya arsitektur yang ada di Carinthia. Jika tidak sesuai, komisi itu berhak menolak permohonan proyek pembangunan itu.

 

Makin meningkatnya populasi Muslim di Austria, menjadi salah satu munculnya sentimen anti-Islam di negeri itu. Di Vorarlberg, salah satu negara bagian Austria yang jumlah warga Muslim paling banyak, juga berlaku larangan mendirikan bangunan yang ada menara, seperti masjid. (ln/Islamicity)

Arsitektur Selaras Alam

INILAH.COM, Jakarta – Perkembangan pembangunan di kawasan perkotaan kini menuntut dukungan arsitektur hijau. Tren itu kini berkembang di hampir setiap perkotaan yang ada di dunia. Perkembangan arsitektur dalam eco-design semakin kuat pasca tahun 1990-an. Sebelumnya, pemahaman konsep arsitektur hijau tersebut belum menjadi fokus perhatian di kalangan arsitek dunia. Dalam konsep arsitektur hijau ini, fokus utamanya adalah penghematan penggunaan energi dalam bangunan. Selain itu, adanya kesadaran bahwa banyak ancaman dalam sebuah bangunan yang bisa memicu gangguan kesehatan pada penghuni. Praktisi arsitektur Mauro Purnomo Rahardjo, mengatakan beragam hasil penelitian yang merujuk pada keluhan akan kesehatan akibat kesalahan dalam desain arsitektur.

“Pemakai bangunan banyak yang mudah terkena flu, menderita akibat pengaruh polusi udara, baik di dalam hunian maupun di lokasi kerja. Arsitektur di sekeliling kita dipenuhi bahan beracun yang bisa menimbulkan penyakit,” kata Mauro, dalam diskusi tentang Arsitektur Hijau dan Feng Shui, akhir pekan lalu di Jakarta.

 

Studi tentang emisi yang dikeluarkan oleh pabrikan bahan bangunan di California, Amerika Serikat, menunjukkan sejumlah bahan ‘hijau’ mengandung kadar emisi lebih rendah. Tapi, beberapa bahan bangunan konvensional bahkan memiliki kandungan emisi lebiih rendah.

 

Sejumlah material bangunan yang mengandung bahan beracun antara lain plywood dan pressboard yang mengandung formaldehid. Insulasi dengan fiberglass diketahui mampu memacu pertumbuhan sel-sel kanker pada paru-paru. Hal ini sama dengan dampak yang diberikan oleh asbestos.

 

“Bisa disimpulkan, dari riset tersebut bahwa bahan bangunan alami memberikan alternatif paling bagus untuk kesehatan manusia,” ucap pakar dari Feng Shui School Indonesia itu.

 

Feng shui sebagai salah satu bidang ilmu lumayan lawas, telah meletakkan dasar-dasar penataan lingkungan yang serasi dan mengikuti alam. “Tidak bisa dimungkiri, para pengguna feng shui telah menikmati hidup lebih sehat. Mereka telah menikmati kemakmuran serta kebagahiaan. Ini karena alam sebagai paradigma adalah hal yang menjadi fokus dalam ilmu Feng Shui,” kata dia.

 

Konsep tradisional dalam Feng Shui memberikan panutan bagi tematik kembali ke alam, hemat energi, serta arsitektur hijau. Ilmu ini menganjurkan perbaikan pada sistem bangunan yang menjamin kesejahteraan bagi penghuni.

 

Kendati pendekatan dalam arsitektur hijau menyerupai prinsip-prinsip yang terkandung dalam Feng Shui. Prinsip Feng Shui memperhatikan aspek kejiwaan manusia dengan memeprhitungkan energi sekitar maupun yang ada di dalam tubuh manusia.

 

Pakar Feng Shui Mas Dian, mengatakan mempelajari ilmu itu secara tidak langsung menghayati ekosistem kehidupan antara manusia dengan alam. “Memahami ilmu ini bisa berarti mengerti dampak dari kegiatan pembangunan terhadap fungsi ekologis alam sekitarnya. Sayangnya, masih banyak anggapan publik bahwa ilmu ini identik dengan unsur mistik,” tandasnya.

 

Di sisi lain, Mauro melanjutkan, ciri arsitektur hijau antara lain, adanya sistem sirkulasi udara yang dirancang efisien baik untuk pemanasan maupun pendinginan ruang. Pemakaian pencahayaan dengan sumber energi yang efisien, serta penggunaan bahan bangunan yang non sintetis serta non toxic. Efisiensi ruangan juga menjadi fokus perhatian dalam ilmu ini.

 

“Tujuan utama arsitektur hijau adalah menciptakan eco-design, arsitektur ramah lingkungan, serta arsitektur alami dengan konsep pembangunan berkelanjutan,” kata dia.

 

Ironisnya, kata dia, banyak dari bangunan saat ini kerap melalaikan aspek kesehatan penghuni. Misalnya, sistem pemanasan atau pendinginan ruangan yang justru memacu pertumbuhan dan penyebaran virus penyebab penyakit influenza atau alergi.

 

Penggunaan bahan pengawet berkandungan kimiwai seperti cat, kayu, dan bahan bangunan lainnya yang menguapkan racun. Selain itu, penambahan bahan sintetis yang diproduksi secara massal dan bahan konstruksi komposit ternyata menimbulkan sakit kepala dan depresi bagi penghuni.

 

“Arsitektur hijau memanfaatkan sumber yang dapat diperbaharui seperti pemakaian eneri sinar matahari melalui passice solar dan active solar. Selain itu, konsep arsitektur hijau ini juga memakai teknik photovoltaic seperti penambahan tanaman serta pohon melalui atap hijau dan taman hujan,” pungkasnya. [P1]

Sarasehan Rumah Susun

Merupakan kerjasama antara Jurusan Arsitektur dengan Balai Daya Perumahan. Pelaksanaan pada awal bulan Juli 2008. Pendaftaran di Jurusan Arsitektur UII.

Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) PTS Di Kopertis Wilayah V Yogyakarta

Syarat Mahasiswa :

  1. Mahasiswa jenjang Sarjana atau Diploma minimal semester II dan dinyatakan belum lulus/masih aktif sampai dengan bulan Desember 2008, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Pimpinan Fakultas/Direktur Program(FORM 1)
  2. Tidak sedang sebagai menerima beasiswa dari sumber lain, yang dibuktikan dengan Surat Pernyataan Tidak Sebagai Penerima Beasiswa Lain (FORM 2)
  3. Dinyatakan kurang mampu secara ekonomi, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (FORM 3)
  4. Nama mahasiswa ada di dalam EPSBED 2007/1

Batas Waktu Pengajuan : Penyerahan berkas usulan calon penerima Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dilayani paling lambat tanggal 20 Juni 2008 pukul 12.00 WIB, dan berkas BKM diserahkan langsung ke :     Loket 4 atau Loket 5 Bagian Kemahasiswaan
                                                                                     Gedung Rektorat UII Lantai I Kampus Terpadu
                                                                                     Jalan Kaliurang KM 14,5 Yogyakarta

Formulir
Formulir BKM dapat diperoleh di masing-masing Fakultas atau Bagian Kemahasiswaan Gedung Rektorat UII Kampus Terpadu atau dapat diunduh di sini

Alokasi :
Jumlah alokasi Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) sebanyak 2.214 orang mahasiswa

Lain-Lain :
Mahasiswa yang pada Thn Akdm 2007/2008 sudah mengajukan beasiswa seperti yang tersebut di bawah ini tidak diizinkan mengajukan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM).
1.    Beasiswa Supersemar,
2.    Beasiswa Peningkatan Prestasi Ekstrakurikuler (PPE),
3.    Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBBM),
4.    Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)

                                                                                                                                                                                            Yogyakarta, 12 Juni 2008
                                                                                                                                                                                            Wakil Rektor III,

                                                                                                                                                                                            Ir. Sutarno, M.Sc.